SAP Sustainability Control Tower untuk Solusi Terintegrasi untuk Compliance dan Pengelolaan Data ESG Perusahaan
SAP Sustainability Control Tower kini menjadi kebutuhan yang semakin mendesak bagi perusahaan manufaktur dan distribusi skala menengah-besar di Indonesia, terutama yang memiliki rantai pasok ke pasar Eropa. Tekanan tidak lagi hanya datang dari regulator dalam negeri, tetapi juga dari buyer global yang mewajibkan data emisi dan kinerja keberlanjutan yang terverifikasi dan bisa diaudit, sejalan dengan penerapan regulasi seperti CSRD dan EU Taxonomy di Uni Eropa.Sayangnya, di banyak perusahaan, data ESG (Environmental, Social, Governance) masih dikumpulkan secara manual dari berbagai divisi, mulai dari produksi, procurement, hingga HR, lalu direkap ulang di spreadsheet menjelang tenggat pelaporan.
Cara kerja seperti ini rawan salah hitung, sulit ditelusuri sumbernya, dan hampir mustahil untuk terus diperbarui secara real-time. Padahal, investor dan mitra bisnis kini menilai kredibilitas laporan keberlanjutan sama seriusnya dengan laporan keuangan. Di sinilah SAP Sustainability Control Tower berperan. Sebagai bagian dari ekosistem SAP Business Suite, solusi ini dirancang untuk menyatukan data ESG dari berbagai sistem, termasuk data operasional dan finansial yang sudah berjalan di ERP, ke dalam satu platform yang mendukung pelaporan yang akurat, konsisten, dan siap audit.
- Apa itu SAP Sustainability Control Tower?
- Tujuan SAP Sustainability Control Tower
- Bagaimana Cara Kerja SAP Sustainability Control Tower
- Jenis Data yang Dikelola SAP Sustainability Control Tower
- Fitur SAP Sustainability Control Tower
- Mengapa SAP Sustainability Control Tower Relevan untuk ESG di Indonesia
- SAP Sustainability Control Tower dan ESG Reporting
- Manfaat SAP Sustainability Control Tower
- Integrasi SAP Sustainability Control Tower dan Ekosistem SAP Lainnya
- Siapa yang Membutuhkan SAP Sustainability Control Tower
- Contoh Penerapan SAP Sustainability Control Tower
- Estimasi Biaya SAP Sustainability Control Tower
- Implementasi SAP Sustainability Control Tower yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
Apa itu SAP Sustainability Control Tower?
SAP Sustainability Control Tower adalah solusi manajemen keberlanjutan yang memungkinkan perusahaan mengumpulkan, mengolah, dan melaporkan data ESG dari satu platform terpusat. Berbeda dari pendekatan konvensional yang mengandalkan spreadsheet dan laporan manual dari tiap divisi, solusi ini dirancang untuk menarik data langsung dari sistem yang sudah berjalan, baik dari lingkungan SAP seperti S/4HANA, SAP Business Network, maupun dari sumber pihak ketiga seperti data meteran energi, perangkat IoT, dan dataset ESG eksternal lainnya.
Dengan pendekatan ini, data yang masuk ke Sustainability Control Tower bukan lagi angka estimasi atau asumsi, melainkan data aktual berbasis aktivitas yang bisa ditelusuri sumbernya. Hal ini penting karena banyak kerangka pelaporan keberlanjutan saat ini, termasuk CSRD dan EU Taxonomy, menuntut transparansi hingga ke tingkat rantai pasok, termasuk emisi Scope 3 yang selama ini paling sulit diukur secara akurat.
Selain berfungsi sebagai pusat data, solusi ini juga dilengkapi kemampuan AI untuk membantu menghitung metrik ESG, menyusun laporan sesuai standar yang berlaku, dan menyajikan hasilnya dalam dashboard yang bisa dipantau lintas divisi. Alhasil, keberlanjutan tidak lagi diperlakukan sebagai laporan tahunan yang disusun terpisah, tetapi menjadi bagian dari proses bisnis inti yang berjalan berdampingan dengan data operasional dan finansial perusahaan.
Baca juga: Mengenal SAP Asset Performance Management untuk Solusi Cerdas Kelola Performa Aset Perusahaan
Tujuan SAP Sustainability Control Tower
Setelah memahami cara kerjanya secara umum, pertanyaan berikutnya adalah apa sebenarnya yang ingin dicapai perusahaan dengan mengadopsi solusi ini. Secara garis besar, SAP Sustainability Control Tower dirancang untuk mencapai beberapa tujuan berikut.
- Menyentralisasi data ESG lintas divisi dan sistem
Menyatukan data dari produksi, procurement, HR, hingga sumber eksternal ke dalam satu platform, sehingga perusahaan tidak lagi bergantung pada laporan manual yang tersebar di berbagai file. - Memastikan kepatuhan terhadap standar pelaporan yang berlaku
Membantu perusahaan menyusun laporan yang selaras dengan kerangka regulasi seperti CSRD dan EU Taxonomy, termasuk bagi perusahaan yang menjadi bagian dari rantai pasok global. - Meningkatkan akurasi dan kredibilitas data keberlanjutan
Mengganti data estimasi dengan data aktual berbasis aktivitas, sehingga laporan yang dihasilkan lebih mudah divalidasi dan diaudit. - Mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam proses bisnis inti
Menjadikan metrik ESG bagian dari pengambilan keputusan operasional dan finansial, bukan sekadar dokumen kepatuhan yang disusun terpisah dari aktivitas bisnis sehari-hari. - Membangun kepercayaan stakeholder
Memberikan transparansi kepada investor, mitra bisnis, dan regulator melalui data dan laporan yang konsisten serta dapat dipertanggungjawabkan.
Bagaimana Cara Kerja SAP Sustainability Control Tower
Secara alur kerja, SAP Sustainability Control Tower dimulai dari proses pengumpulan data (data sourcing). Sistem ini menarik data dari berbagai sumber, baik dari solusi SAP seperti S/4HANA, SAP Business Network, dan SAP SuccessFactors, maupun dari sistem pihak ketiga seperti meteran energi, perangkat IoT, platform manajemen transportasi, hingga dataset ESG eksternal. Data mentah ini kemudian dikonsolidasikan ke dalam satu repositori terpusat, sehingga informasi yang sebelumnya tersebar di berbagai divisi bisa diakses dari satu tempat.

Tahap berikutnya adalah konfigurasi dan perhitungan metrik ESG. Pada tahap ini, perusahaan dapat menentukan metrik apa saja yang perlu diukur, menggunakan definisi bawaan dari SAP atau kustomisasi sesuai kebutuhan bisnis, lalu menyelaraskannya dengan kerangka regulasi yang relevan seperti CSRD atau EU Taxonomy. Metrik yang sudah dihitung ini kemudian dianalisis bersama data operasional dan finansial perusahaan, memberikan gambaran yang lebih utuh tentang dampak keberlanjutan terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan.
Hasil analisis tersebut ditampilkan melalui dashboard interaktif yang memungkinkan tim lintas fungsi memantau tren, melacak progres terhadap target keberlanjutan, dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Pada tahap akhir, sistem membantu menyusun laporan ESG menggunakan template yang sudah disesuaikan dengan standar pelaporan, dibantu AI untuk mempercepat proses penyusunan sekaligus memastikan laporan tersebut siap diaudit kapan pun dibutuhkan.
Jenis Data yang Dikelola SAP Sustainability Control Tower
Setelah memahami cara kerja dan integrasinya, pertanyaan berikutnya adalah data apa saja yang sebenarnya diolah oleh solusi ini. Secara umum, SAP Sustainability Control Tower mengelola data keberlanjutan yang terbagi ke dalam tiga pilar ESG, ditambah data pendukung dari sistem bisnis inti perusahaan.
- Data lingkungan (Environmental)
Mencakup konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca, termasuk emisi Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 yang bersumber dari aktivitas operasional maupun rantai pasok. Data ini umumnya ditarik dari meteran energi, perangkat IoT, platform transportasi, dan solusi perhitungan jejak karbon. - Data sosial (Social)
Mencakup informasi ketenagakerjaan seperti jumlah dan komposisi karyawan, keberagaman tenaga kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, serta jam pelatihan. Data ini terutama berasal dari sistem SDM seperti SAP SuccessFactors. - Data tata kelola (Governance)
Mencakup indikator seperti kebijakan antikorupsi dan privasi pelanggan, yang menjadi bagian dari kerangka pelaporan keberlanjutan berbagai standar internasional. - Data operasional dan finansial
Data dari SAP S/4HANA, seperti aktivitas produksi, pengadaan, dan transaksi bisnis, yang dianalisis berdampingan dengan metrik ESG agar dampak keberlanjutan bisa dikaitkan langsung dengan kinerja bisnis. - Data rantai pasok dan pemasok
Data keberlanjutan yang dikumpulkan dari mitra bisnis melalui SAP Business Network, terutama untuk mendukung pelaporan emisi Scope 3 yang berada di luar operasional langsung perusahaan. - Data eksternal dan dataset ESG pihak ketiga
Data pendukung dari sumber di luar perusahaan, seperti faktor emisi dan dataset ESG referensi, yang dipakai untuk melengkapi perhitungan metrik.
Baca juga: Panduan Lengkap SAP Analytics Cloud dari Fitur, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Fitur SAP Sustainability Control Tower
Untuk mendukung proses pengumpulan data hingga pelaporan ESG yang sudah dibahas sebelumnya, SAP Sustainability Control Tower dilengkapi sejumlah fitur utama yang bekerja saling terintegrasi. Berikut fitur-fitur yang menjadi tulang punggung solusi ini.
Pengumpulan dan Konsolidasi Data ESG
Platform ini mengumpulkan data lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dari berbagai sumber, baik sistem SAP maupun non-SAP, lalu menyatukannya dalam satu repositori terpusat sehingga perusahaan tidak perlu lagi mengompilasi data keberlanjutan secara manual dari banyak spreadsheet.
- Pengumpulan data dari sistem SAP dan non-SAP
- Konsolidasi data ESG dalam satu sumber terpusat
- Mengurangi kompilasi manual berbasis spreadsheet
Pelaporan ESG dan Kepatuhan Regulasi
Fitur ini membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan yang selaras dengan standar dan regulasi yang berlaku, seperti CSRD/ESRS, GRI, dan ISSB, sehingga proses pelaporan menjadi lebih terstruktur, konsisten, dan siap diaudit.
- Dukungan standar pelaporan seperti CSRD/ESRS, GRI, dan ISSB
- Penyusunan laporan keberlanjutan yang terstruktur dan konsisten
- Data pelaporan siap diaudit dan ditelusuri sumbernya
Pemantauan Jejak Karbon dan Emisi
Perusahaan dapat memantau emisi karbon dari aktivitas operasional maupun rantai pasok, mencakup Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, sehingga sumber emisi terbesar dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti dengan lebih tepat.
- Pelacakan emisi Scope 1, Scope 2, dan Scope 3
- Identifikasi sumber emisi terbesar di operasional dan rantai pasok
- Dasar data yang kuat untuk strategi pengurangan emisi
Penetapan dan Pelacakan Target Keberlanjutan
Fitur ini memungkinkan perusahaan menetapkan target keberlanjutan yang terukur, seperti pengurangan emisi atau efisiensi energi, lalu memantau progres pencapaiannya secara berkala agar komitmen ESG tidak berhenti di atas kertas.
- Penetapan target keberlanjutan yang terukur
- Pemantauan progres terhadap target secara berkala
- Visibilitas atas area yang perlu perbaikan
Dashboard dan Analitik Kinerja Keberlanjutan
Data ESG yang sudah terkonsolidasi ditampilkan melalui dashboard interaktif, sehingga manajemen dapat melihat kinerja keberlanjutan perusahaan secara menyeluruh dan mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar laporan tahunan.
- Dashboard interaktif untuk memantau indikator ESG utama
- Pandangan menyeluruh atas kinerja keberlanjutan perusahaan
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data
Transparansi dan Jejak Audit Data
Setiap angka dalam laporan dapat ditelusuri kembali ke sumber datanya, sehingga perusahaan memiliki jejak audit yang jelas dan dapat menjaga kredibilitas laporan keberlanjutan di hadapan auditor, regulator, maupun investor.
- Penelusuran angka laporan hingga ke sumber datanya
- Jejak audit yang jelas untuk auditor dan regulator
- Kredibilitas laporan yang lebih terjaga di mata investor
Mengapa SAP Sustainability Control Tower Relevan untuk ESG di Indonesia
Kebutuhan akan pelaporan ESG yang terstruktur di Indonesia kini bukan lagi sekadar tren global, tetapi sudah menjadi arah regulasi domestik. Berikut alasan mengapa SAP Sustainability Control Tower relevan bagi perusahaan di Indonesia.
- Kewajiban pelaporan keberlanjutan sudah menjadi fondasi regulasi
Melalui POJK 51/POJK.03/2017, OJK mewajibkan lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik menyusun laporan keberlanjutan. Bagi perusahaan yang sudah berada di bawah kewajiban ini, tuntutan terhadap kualitas dan konsistensi data terus meningkat. - Standar pengungkapan yang baru semakin menuntut kualitas data
Dewan Standar Keberlanjutan IAI telah mengesahkan PSPK 1 dan PSPK 2 pada 1 Juli 2025, yang mengacu pada IFRS S1 dan IFRS S2 dan ditetapkan berlaku efektif mulai 1 Januari 2027. Pergeseran ini membawa pelaporan keberlanjutan lebih dekat ke ranah keuangan, sehingga data yang bisa ditelusuri dan diaudit menjadi semakin penting. - Penerapan dilakukan bertahap, sehingga waktu persiapan sangat berharga
OJK telah membuka konsultasi publik atas revisi POJK 51/2017, dengan rencana penerapan dibagi ke dalam empat kelompok, dan kelompok pertama wajib melaporkan berdasarkan standar baru mulai 2027. Perusahaan yang membangun sistem data sejak dini akan punya ruang penyesuaian yang lebih longgar. - Tekanan juga datang dari luar regulasi domestik
Perusahaan non-publik memang belum diwajibkan secara hukum, tetapi banyak yang tetap menyusun laporan keberlanjutan demi akses pendanaan ESG dan persyaratan tender. Bagi eksportir dan pemasok yang terhubung dengan rantai pasok Eropa, buyer global juga meminta data yang terverifikasi. - Kualitas laporan ditentukan oleh kualitas prosesnya
Seiring pelaporan keberlanjutan bergeser dari sekadar narasi menjadi data yang terukur, sistem yang mengumpulkan data langsung dari proses bisnis menjadi kebutuhan nyata. Di sinilah SAP Sustainability Control Tower berperan, dengan menyatukan data ESG dari berbagai sistem ke satu platform yang dapat ditelusuri sumbernya.
SAP Sustainability Control Tower dan ESG Reporting
Pelaporan ESG sering kali menjadi bagian yang paling menyita waktu dalam pengelolaan keberlanjutan. Data harus dikumpulkan dari banyak sumber, dihitung sesuai definisi metrik yang berlaku, divalidasi, lalu disusun menjadi laporan yang konsisten. SAP Sustainability Control Tower dirancang untuk menyederhanakan rangkaian proses ini dalam satu platform.
Prosesnya dimulai dari penentuan cakupan pelaporan. Perusahaan dapat menyusun cakupan berdasarkan penilaian materialitas, sehingga metrik yang dikelola benar-benar terkait dengan persyaratan regulasi dan topik yang relevan bagi bisnis. Setelah itu, solusi ini menyediakan model data dan metrik bawaan yang selaras dengan kerangka pelaporan yang banyak digunakan, seperti GRI, ESRS, SASB, TCFD, serta CSRD dan EU Taxonomy. Perusahaan tetap dapat menambahkan definisi metrik sendiri, termasuk untuk emisi Scope 1 hingga Scope 3, sehingga pelaporan bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.
Pada tahap penyusunan laporan, AI membantu membuat draf laporan ESG dari template yang sudah disiapkan untuk ESRS dan EU Taxonomy. Pendekatan ini mengurangi pekerjaan merakit laporan sepenuhnya secara manual, dan tim dapat fokus pada peninjauan isi serta konteks bisnis.
Dari sisi kredibilitas, kesiapan audit menjadi nilai penting. SAP Sustainability Control Tower dilengkapi validasi data bawaan, alur penutupan periode (period closing), pencatatan perubahan, dan jejak audit, sehingga angka yang dilaporkan bisa ditelusuri kembali ke sumbernya. Hal ini relevan bagi perusahaan yang laporannya dibaca investor, buyer global, maupun auditor.
Sebagai contoh, msg global solutions AG memanfaatkan solusi ini untuk membangun repositori data keberlanjutan yang siap audit dan menerbitkan laporan keberlanjutan pertamanya dengan 14 KPI di aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dengan demikian, pelaporan ESG tidak lagi menjadi proyek tahunan yang disusun dari nol, tetapi proses yang berjalan di atas data yang sama dengan operasional perusahaan.
Baca juga: Strategi Green Manufacturing Membangun Produksi yang Efisien dan BerkelanjutanÂ
Manfaat SAP Sustainability Control Tower
Dengan kombinasi fitur-fitur tersebut, penerapan SAP Sustainability Control Tower memberikan sejumlah manfaat nyata bagi perusahaan, terutama yang berada di bawah tekanan compliance dan tuntutan transparansi dari berbagai pemangku kepentingan.
- Efisiensi waktu pelaporan
Proses pengumpulan dan konsolidasi data yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu bisa dipangkas signifikan karena data ditarik otomatis dari sistem yang sudah berjalan. - Data yang lebih akurat dan bisa diaudit
Menggantikan data estimasi manual dengan data aktual berbasis aktivitas, sehingga laporan lebih kredibel di mata investor, buyer, maupun regulator. - Kesiapan menghadapi regulasi yang terus berkembang
Struktur pelaporan yang selaras dengan CSRD, EU Taxonomy, dan standar internasional lain membantu perusahaan tidak tertinggal saat regulasi berubah atau semakin ketat. - Visibilitas menyeluruh lintas divisi
Dashboard terpusat memungkinkan manajemen memantau kinerja keberlanjutan dari berbagai unit bisnis dan lokasi dalam satu tampilan. - Keputusan bisnis yang lebih terinformasi
Karena data ESG dianalisis berdampingan dengan data operasional dan finansial, perusahaan bisa mempertimbangkan dampak keberlanjutan dalam pengambilan keputusan strategis, bukan hanya sebagai laporan kepatuhan. - Meningkatkan kepercayaan stakeholder
Transparansi data yang konsisten memperkuat reputasi perusahaan di mata investor, mitra bisnis, dan pelanggan yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Integrasi SAP Sustainability Control Tower dan Ekosistem SAP Lainnya
Nilai SAP Sustainability Control Tower sangat ditentukan oleh seberapa luas sumber data yang bisa dihubungkan. Solusi ini mendukung integrasi berbasis sistem maupun berbasis file, baik dengan sumber data SAP maupun non-SAP, sehingga data ESG tidak perlu dikumpulkan ulang secara manual dari masing-masing divisi.
Di dalam ekosistem SAP, SAP S/4HANA menjadi sumber data finansial dan operasional inti. Baik versi on-premise maupun cloud dapat dihubungkan untuk mereplikasi data yang dibutuhkan dalam perhitungan metrik ESG, sehingga data keberlanjutan mengalir dari aktivitas bisnis yang memang sudah tercatat. Data tersebut kemudian dapat dilengkapi melalui SAP Datasphere, yang berperan sebagai lapisan data untuk menyimpan dan menyiapkan informasi dari berbagai sumber sebelum dipetakan ke struktur data di SAP Sustainability Control Tower. Melalui jalur ini, perusahaan yang datanya tersimpan di SAP BW pun tetap bisa mengalirkannya ke platform yang sama.

Untuk sisi lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja, SAP EHS Management terhubung guna mengimpor data seperti emisi dan insiden, sehingga metrik yang selama ini dikelola tim EHS bisa masuk ke pelaporan ESG yang sama. Sementara itu, SAP Sustainability Footprint Management menyediakan data jejak karbon di level korporasi maupun produk, yang berguna untuk memperkaya perhitungan emisi dengan tingkat detail yang lebih granular.
Di luar ekosistem SAP, tidak semua data ESG berada di lingkungan yang sama. Karena itu, SAP Sustainability Control Tower menyediakan inbound API berbasis OData yang memungkinkan sistem non-SAP mengirimkan data langsung ke platform, serta opsi unggah file CSV untuk data kuantitatif. Dengan cara ini, data dari sistem pihak ketiga tetap bisa dikonsolidasikan dalam satu cakupan pelaporan bersama data SAP.
Kombinasi integrasi tersebut membuat perusahaan tidak harus mengganti sistem yang sudah berjalan. Data dari berbagai sumber cukup dihubungkan ke satu platform, lalu dipetakan ke metrik dan kerangka pelaporan yang dibutuhkan.
Baca juga: Mengenal SAP Master Data Governance untuk Solusi Tata Kelola Data Master untuk Perusahaan Modern
Siapa yang Membutuhkan SAP Sustainability Control Tower
Meski relevan bagi hampir semua jenis perusahaan, ada beberapa profil perusahaan yang akan merasakan manfaat paling besar dari penerapan SAP Sustainability Control Tower.
- Perusahaan manufaktur dan distribusi berskala menengah-besar yang mulai diwajibkan menyusun laporan keberlanjutan oleh regulator atau investor, tetapi masih mengandalkan proses pengumpulan data manual.
- Eksportir dan pemasok yang terhubung dengan rantai pasok Eropa, di mana buyer global semakin sering meminta data emisi dan kinerja ESG yang terverifikasi sebagai bagian dari persyaratan kerja sama.
- Perusahaan yang sudah menggunakan SAP S/4HANA dan ingin memperluas pemanfaatan datanya untuk kebutuhan pelaporan keberlanjutan tanpa membangun sistem terpisah dari nol.
- Perusahaan dengan operasional lintas divisi dan lokasi yang kesulitan menyatukan data ESG dari berbagai unit bisnis ke dalam satu laporan yang konsisten.
- Perusahaan yang tengah bersiap menghadapi audit ESG atau due diligence investor, di mana kredibilitas dan keterlusuran data menjadi faktor penentu kepercayaan stakeholder.
Contoh Penerapan SAP Sustainability Control Tower
Salah satu contoh nyata penerapan SAP Sustainability Control Tower adalah msg global solutions AG, perusahaan penyedia layanan profesional berbasis di Regensdorf, Swiss, dengan sekitar 1.500 karyawan. Sebagai perusahaan yang membantu kliennya meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis teknologi SAP, msg global juga ingin menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari proses bisnis intinya sendiri, bukan sekadar inisiatif tambahan.

Sebelum menerapkan SAP Sustainability Control Tower, msg global menghadapi tantangan dalam menyusun data ESG yang bisa diandalkan sebagai dasar pelaporan. Dengan solusi ini, perusahaan berhasil membangun repositori data keberlanjutan yang audit-ready dan dapat dipetakan ke berbagai standar ESG sekaligus, sehingga tim internal bisa menetapkan baseline, menyusun laporan, sekaligus merumuskan target keberlanjutan ke depan berdasarkan data yang konsisten.
Hasilnya, msg global berhasil menerbitkan laporan keberlanjutan pertamanya, mencakup 14 KPI terkait ESG di tiga kategori sekaligus: lingkungan (konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca), sosial (tenaga kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, pelatihan, serta keberagaman), dan tata kelola (antikorupsi serta privasi pelanggan). Louise Cooke, Executive Board Member msg global solutions AG, menyebutkan bahwa laporan tersebut menjadi dasar yang andal dan bisa diaudit untuk memahami posisi perusahaan saat ini sekaligus menetapkan target ke depan.
Estimasi Biaya SAP Sustainability Control Tower
Pertanyaan yang hampir selalu muncul di tahap evaluasi adalah berapa investasi yang perlu disiapkan. Untuk SAP Sustainability Control Tower, tidak ada satu angka baku yang berlaku untuk semua perusahaan, karena skema penagihannya mengikuti jumlah pengguna aktif dan kebutuhan spesifik tiap organisasi. Berikut komponen yang umumnya membentuk total biaya:
- Lisensi atau langganan
Biaya utama dihitung berdasarkan jumlah active user per bulan, dengan minimum pembelian 10 active user dan skema berlangganan tahunan yang diperpanjang otomatis. - Kapasitas penyimpanan
Setiap tier langganan memiliki kuota storage yang berbeda, mulai dari 4 GB hingga 20 GB, tergantung tier yang dipilih sesuai kebutuhan volume data ESG perusahaan. - Prasyarat sistem
SAP Sustainability Control Tower mensyaratkan lisensi SAP S/4HANA Cloud yang valid, sehingga biaya ini perlu diperhitungkan bagi perusahaan yang belum menggunakan S/4HANA Cloud. - Implementasi dan konfigurasi
Meliputi pemetaan sumber data, penyesuaian metrik ESG sesuai kerangka regulasi yang dituju, dan konfigurasi dashboard, yang porsinya dipengaruhi kompleksitas struktur bisnis perusahaan. - Integrasi dengan sistem lain
Menghubungkan Sustainability Control Tower dengan SAP Business Network, SAP SuccessFactors, atau sistem eksternal seperti IoT dan platform LCA menambah kebutuhan pengembangan dan pengujian. - Pelatihan dan manajemen perubahan
Tim yang menangani data ESG di berbagai divisi perlu dibekali agar proses pelaporan baru benar-benar berjalan sesuai standar. - Dukungan dan pemeliharaan berkelanjutan
Termasuk pembaruan sistem, penyesuaian metrik saat regulasi berubah, dan dukungan teknis setelah solusi berjalan.
SAP tidak mempublikasikan harga langganan SAP Sustainability Control Tower. Perusahaan perlu meminta penawaran melalui halaman resmi SAP Sustainability Control Tower atau ke partner implementasi. Pada paket standard, seluruh tenant dibatasi oleh jumlah record dalam lisensi, yaitu baris data ESG yang dipublikasikan melalui aplikasi Manage ESG Data (measures, targets, dan custom metrics). Artinya, biaya sangat bergantung pada volume data ESG dan kontrak yang dinegosiasikan.
Satu-satunya angka yang dipublikasikan SAP adalah untuk layanan awal. Melalui SAP Store, baseline activation service ditawarkan dengan biaya sekali bayar USD 10.220.
| Skenario | Cakupan | Komponen Biaya | Angka yang Tersedia |
|---|---|---|---|
| Uji coba / tahap awal | Aktivasi tenant, hingga 5 metrik ESG bawaan, data via CSV tanpa integrasi ERP | Lisensi SAP Sustainability Control Tower (prasyarat) + layanan aktivasi | Layanan aktivasi: USD 10.220 sekali bayar* |
| Menengah | Lebih banyak metrik ESG, mulai integrasi sistem SAP | Lisensi berbasis paket dan jumlah record + jasa implementasi | Tidak dipublikasikan, perlu penawaran |
| Besar | Multi-entitas dan multi-negara, pelaporan sesuai ESRS dan EU Taxonomy, integrasi SAP dan non-SAP | Lisensi + integrasi + konfigurasi metrik + manajemen perubahan | Tidak dipublikasikan, perlu penawaran |
| Enterprise skala global | Cakupan penuh lintas grup usaha | Kontrak khusus hasil negosiasi dengan SAP atau partner | Tidak dipublikasikan, perlu penawaran |
*Angka USD 10.220 merujuk pada halaman SAP Store untuk baseline activation service SAP Sustainability Control Tower dan belum mencakup biaya lisensi langganan. Baris lainnya menggambarkan faktor pembentuk biaya, bukan harga resmi SAP. Ketersediaan layanan dapat berbeda di setiap negara atau wilayah.
Catatan penting: SAP tidak mempublikasikan harga langganan SAP Sustainability Control Tower. Perusahaan perlu meminta penawaran melalui halaman resmi SAP Sustainability Control Tower atau partner implementasi. Pada paket standard, seluruh tenant dibatasi oleh jumlah record dalam lisensi, yaitu baris data ESG yang dipublikasikan melalui aplikasi Manage ESG Data (measures, targets, dan custom metrics), sehingga biaya sangat bergantung pada volume data dan kontrak yang dinegosiasikan.
Selain biaya lisensi, perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya implementasi yang mencakup integrasi data dari sistem SAP maupun non-SAP, konfigurasi metrik sesuai standar pelaporan, serta pendampingan tim. SAP menyediakan panduan tahapan implementasi melalui pusat sumber daya onboarding SAP Sustainability Control Tower.

Implementasi SAP Sustainability Control Tower yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
SAP Sustainability Control Tower menunjukkan bahwa pelaporan keberlanjutan tidak lagi bisa diselesaikan dengan spreadsheet dan proses manual, terutama bagi perusahaan yang menghadapi tuntutan compliance dari regulator maupun buyer global. Namun, menghadirkan manfaat penuh dari solusi ini bukan sekadar soal mengaktifkan modulnya, melainkan soal ketepatan konfigurasi, pemetaan metrik ESG, dan integrasi dengan sistem yang sudah berjalan. Di sinilah peran partner implementasi yang berpengalaman menjadi krusial agar investasi yang dikeluarkan benar-benar sepadan dengan hasil yang diperoleh.
Sebagai authorized partner SAP di Indonesia, Think Tank Solusindo mendampingi perusahaan mulai dari konsultasi kebutuhan, pemilihan modul yang relevan, hingga dukungan pasca-implementasi. Pendampingan ini penting agar penerapan SAP Sustainability Control Tower tidak berhenti di tahap teknis, tetapi benar-benar terintegrasi dengan cara kerja perusahaan sehari-hari.
Mengingat SAP Sustainability Control Tower mensyaratkan lisensi SAP S/4HANA Cloud, perusahaan yang belum menggunakannya perlu mempertimbangkan jalur adopsi S/4HANA terlebih dahulu, baik melalui skema GROW with SAP maupun RISE with SAP, tergantung tingkat kesiapan dan kompleksitas landscape yang dimiliki.
Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi kebutuhan pelaporan ESG yang lebih terintegrasi dan siap audit demo SAP S/4HANA bersama tim kami. Hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut mengenai implementasi SAP Sustainability Control Tower yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
