Mengenal SAP Green Token untuk Solusi Traceability dan Chain of Custody untuk Membuktikan Keberlanjutan Bahan Baku
SAP Green Token membantu perusahaan menghadapi kebutuhan yang semakin penting dalam rantai pasok global, yaitu membuktikan asal-usul dan status keberlanjutan bahan baku secara transparan. Ketika buyer global maupun regulator meminta bukti mengenai sumber material, perusahaan tidak cukup hanya mengetahui supplier yang memasok bahan baku. Perusahaan juga perlu dapat menelusuri asal bahan, sustainability attributes, proses perpindahan dan pengolahan material, hingga produk jadi. Kebutuhan tersebut semakin relevan dengan berkembangnya regulasi dan standar keberlanjutan, seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan ISCC, yang mendorong perusahaan memiliki traceability dan chain of custody yang dapat diverifikasi.
Dalam praktiknya, informasi mengenai bahan baku, sertifikasi, proses produksi, hingga distribusi dapat tersebar di berbagai sistem dan proses bisnis. Pengumpulan data secara manual tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga dapat menyulitkan perusahaan ketika harus menyediakan bukti yang akurat untuk buyer, auditor, maupun regulator. Karena itu, perusahaan membutuhkan solusi yang dapat menghubungkan data sustainability dengan proses bisnis tanpa menambah kompleksitas pada ERP core. Melalui kemampuan traceability dan chain of custody, SAP Green Token membantu perusahaan menelusuri material sekaligus mengelola informasi keberlanjutannya, dari sumber bahan baku hingga menjadi produk jadi.
- Apa Itu SAP Green Token?
- Tujuan SAP Green Token
- Bagaimana Cara Kerja SAP Green Token?
- Fitur SAP Green Token
- Manfaat SAP Green Token
- SAP Green Token untuk Compliance dan Sustainability Standards
- SAP Green Token vs Sistem Traceability Tradisional
- Industri yang Dapat Menggunakan SAP Green Token
- Integrasi SAP Green Token dan Ekosistem SAP Lainnya
- Data Apa Saja yang Dapat Dilacak SAP Green Token?
- Contoh Penerapan SAP Green Token
- Estimasi Biaya SAP Green Token
- Implementasi SAP Green Token yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
Apa Itu SAP Green Token?
SAP Green Token adalah solusi yang membantu perusahaan mengelola traceability dan chain of custody bahan baku dengan menghubungkan informasi material dan sustainability sepanjang rantai pasok. Solusi ini memungkinkan perusahaan memperoleh visibilitas terhadap asal-usul material, perubahan dan perpindahan material selama proses bisnis, hingga penggunaannya dalam produk akhir.
Melalui pendekatan ini, informasi mengenai material provenance dan sustainability attributes dapat dikelola secara lebih terstruktur. SAP Green Token juga mendukung berbagai model chain of custody, termasuk segregated dan mass balance, sehingga perusahaan dapat menyesuaikan pengelolaan material dengan karakteristik supply chain dan kebutuhan sustainability yang diterapkan.
SAP Green Token dirancang untuk bekerja bersama lingkungan ERP dan sistem bisnis yang sudah digunakan perusahaan. Dengan dukungan integrasi melalui API, data dari proses bisnis dapat dihubungkan dengan informasi traceability dan sustainability tanpa harus menjadikan seluruh fungsi tersebut sebagai bagian dari ERP core. Dengan demikian, perusahaan dapat membangun lapisan traceability yang terhubung dengan proses bisnis utama, sekaligus memperoleh data yang lebih siap digunakan untuk kebutuhan reporting, audit, dan pemenuhan tuntutan sustainability.
Tujuan SAP Green Token
SAP Green Token dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan visibilitas terhadap asal-usul dan pergerakan material sekaligus mengelola informasi keberlanjutan secara lebih terstruktur. Beberapa tujuan utamanya meliputi:
- Meningkatkan traceability bahan baku
Membantu perusahaan menelusuri asal-usul material dan perjalanan bahan baku sepanjang rantai pasok hingga menjadi produk jadi. - Membuktikan sustainability attributes
Mendukung perusahaan dalam mengelola informasi terkait karakteristik keberlanjutan suatu material sehingga sustainability claim memiliki data pendukung yang dapat ditelusuri. - Membangun chain of custody yang transparan
Membantu mencatat dan mengikuti perpindahan serta perubahan material, sehingga perusahaan memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap custody material di sepanjang proses bisnis. - Mendukung pengelolaan material dalam berbagai skenario
Memungkinkan perusahaan mengelola material melalui pendekatan seperti segregated dan mass balance, sesuai dengan kebutuhan supply chain dan model chain of custody yang diterapkan. - Mempermudah kebutuhan audit dan reporting
Menyediakan data traceability dan sustainability yang lebih terstruktur untuk mendukung kebutuhan pelaporan, verifikasi, dan audit. - Menghubungkan sustainability dengan proses bisnis
Mengintegrasikan informasi sustainability dengan data operasional melalui koneksi ke ERP dan sistem bisnis terkait, sehingga perusahaan tidak perlu mengelola traceability sebagai proses yang sepenuhnya terpisah. - Menjaga ERP core tetap sederhana
Menempatkan kemampuan traceability dan chain of custody sebagai lapisan khusus yang terhubung dengan ERP, sehingga kebutuhan pengelolaan sustainability dapat dipenuhi tanpa menambah kompleksitas yang tidak diperlukan pada sistem inti.
Bagaimana Cara Kerja SAP Green Token?
SAP Green Token bekerja dengan menghubungkan informasi material, sustainability attributes, dan aktivitas rantai pasok sehingga perjalanan suatu bahan dapat ditelusuri dari sumber hingga menjadi produk jadi. Ketika bahan baku masuk ke dalam rantai pasok, informasi mengenai material dan atribut keberlanjutannya dapat dicatat dan dikaitkan dengan transaksi material yang relevan. Informasi tersebut kemudian mengikuti material ketika mengalami perpindahan, konversi, maupun proses pencampuran selama kegiatan operasional.

Dalam proses berikutnya, SAP Green Token membantu perusahaan mengelola chain of custody dan material balance, termasuk ketika perusahaan menggunakan pendekatan segregated maupun mass balance. Setiap perubahan dan transaksi material dapat menjadi bagian dari jejak digital yang membantu perusahaan memahami bagaimana sustainability attributes dialokasikan sepanjang proses. Pada tahap akhir, informasi tersebut dapat digunakan untuk menelusuri provenance material, mendukung sustainability claims, serta menyediakan data yang lebih terstruktur untuk kebutuhan reporting dan audit.
Dengan pendekatan tersebut, proses traceability tidak berhenti pada pencatatan asal bahan baku. Perusahaan dapat membangun jejak informasi yang menghubungkan material dari sumber, proses produksi, hingga produk akhir, sekaligus menghubungkannya dengan data operasional dari sistem bisnis yang sudah digunakan. Hal ini membantu perusahaan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai perjalanan material tanpa harus menjadikan pengelolaan chain of custody sebagai proses yang terpisah dari ekosistem bisnisnya.
Fitur SAP Green Token
Untuk mendukung kebutuhan traceability dan chain of custody, SAP Green Token menyediakan sejumlah kemampuan yang membantu perusahaan mengelola informasi material dan sustainability secara lebih terstruktur. Fitur-fitur tersebut mencakup pengelolaan sustainability declarations, material balance, traceability, hingga kebutuhan reporting dan audit, sehingga perusahaan dapat mengikuti perjalanan material sekaligus menjaga keterlacakan sustainability attributes di sepanjang rantai pasok. Berikut ini fitur-fitur yang tersedia di SAP Green Token:
Tokenisasi Material Berkelanjutan
Material fisik diubah menjadi token digital yang merepresentasikan atribut keberlanjutannya, seperti asal-usul dan status sertifikasi. Dengan begitu, perusahaan dapat membuktikan klaim keberlanjutan hingga level transaksi tanpa membebani sistem ERP inti.
- Token digital sebagai representasi atribut keberlanjutan material
- Dukungan untuk berbagai atribut material
- ERP inti tetap ringkas dan tidak terbebani data tambahan
Chain of Custody Berbasis Blockchain
Setiap transaksi material dihubungkan dengan asal-usul dan atribut keberlanjutannya melalui ledger blockchain yang tidak dapat diubah, sehingga tercipta rekam jejak yang dapat diaudit dan dipercaya oleh seluruh pihak dalam rantai pasok.
- Ledger blockchain yang immutable untuk setiap transaksi
- Rekam jejak asal-usul material yang dapat diaudit
- Transparansi data keberlanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan
Pelacakan Alur Material (Inbound, Konversi, Outbound)
Solusi ini mencatat pergerakan material dari penerimaan bahan baku, proses konversi menjadi produk jadi, hingga pengiriman ke pelanggan. Setiap tahap mencerminkan volume aktual di sistem ERP, sehingga kredit material dan atribut keberlanjutannya selalu tercatat akurat.
- Inbound: pencatatan kredit material yang masuk dari pemasok
- Konversi: kredit bahan baku menjadi kredit produk jadi
- Outbound: transfer kredit material ke pelanggan hilir
Segregation dan Mass Balance
Perusahaan dapat mengelola material yang dipisahkan (segregated) maupun yang tercampur (comingled) dengan pendekatan mass balance. Sistem ini menggantikan spreadsheet manual yang rawan kesalahan dengan pencatatan saldo kredit keberlanjutan yang terstruktur.
- Pengelolaan aliran material terpisah maupun tercampur
- Pencatatan saldo kredit keberlanjutan secara terstruktur
- Mengurangi ketergantungan pada spreadsheet manual
Manajemen Deklarasi Keberlanjutan
Dokumen deklarasi keberlanjutan untuk berbagai skema dan cakupan dikelola dalam satu solusi terpadu. Perusahaan dapat mengumpulkan, membuat, dan meneruskan deklarasi kepada mitra rantai pasok tanpa harus berpindah antar sistem.
- Satu solusi untuk berbagai skema dan cakupan deklarasi
- Pengumpulan, pembuatan, dan transfer deklarasi
- Dokumentasi keberlanjutan tersimpan terpusat
Pelaporan dan Dukungan Audit
Laporan dan sertifikat yang mengikuti standar industri dapat dihasilkan sesuai kebutuhan, sehingga perusahaan siap menghadapi audit dan mampu menunjukkan bukti klaim keberlanjutan untuk material masuk maupun keluar dengan cepat.
- Laporan dan sertifikat on-demand sesuai standar industri
- Data audit-ready untuk material masuk dan keluar
- Bukti klaim keberlanjutan yang mudah diverifikasi
Kepatuhan terhadap Standar dan Regulasi
SAP Green Token dirancang untuk mendukung berbagai kerangka keberlanjutan dan ketertelusuran, seperti ISCC dan regulasi antideforestasi Uni Eropa (EUDR), dengan fleksibilitas untuk menyesuaikan diri terhadap regulasi baru di masa mendatang.
- Dukungan untuk standar seperti ISCC dan EUDR
- Fleksibel mengikuti perkembangan regulasi baru
- Mengurangi upaya agregasi data manual untuk kepatuhan
Manajemen Multi-Site
Perpindahan material antar lokasi atau entitas bisnis dapat dikelola dalam satu platform, sehingga data keberlanjutan tetap konsisten dan terlacak di seluruh pabrik, gudang, maupun anak perusahaan.
- Pengelolaan data keberlanjutan lintas lokasi dan entitas
- Pelacakan perpindahan material antar site
- Konsistensi data di seluruh jaringan operasional
Integrasi ERP dan Open API
Sebagai solusi cloud, SAP Green Token menyediakan open API untuk otomatisasi dan integrasi dengan SAP ECC, SAP S/4HANA, maupun sistem non-SAP, sehingga implementasi dapat berjalan cepat tanpa perlu pemetaan rantai pasok terlebih dahulu.
- Open API untuk otomatisasi dan integrasi sistem
- Kompatibel dengan SAP ECC, SAP S/4HANA, dan non-SAP
- Deployment cloud dengan proses onboarding yang cepat
Manfaat SAP Green Token
Penerapan SAP Green Token tidak hanya membantu perusahaan mengetahui asal-usul material, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas dalam pengelolaan supply chain dan sustainability. Dengan data material dan sustainability yang lebih terhubung, perusahaan dapat meningkatkan transparansi sekaligus mempersiapkan bukti yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan buyer, auditor, maupun regulator.
- Meningkatkan transparansi rantai pasok
Perusahaan dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap asal-usul dan perjalanan material di sepanjang supply chain. - Memperkuat bukti sustainability
Informasi mengenai sustainability attributes dapat ditelusuri dan dikaitkan dengan material yang relevan, sehingga perusahaan memiliki dasar data yang lebih kuat ketika menyampaikan sustainability claims. - Mempermudah proses audit dan verifikasi
Data traceability dan chain of custody yang terdokumentasi secara lebih terstruktur dapat membantu perusahaan menyiapkan informasi ketika menghadapi proses audit atau permintaan verifikasi. - Mengurangi ketergantungan pada proses manual
Pengelolaan data secara terintegrasi dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk mengumpulkan dan mencocokkan informasi material dari berbagai sumber secara manual. - Mendukung kebutuhan buyer global
Kemampuan untuk menyediakan informasi mengenai provenance dan sustainability attributes dapat membantu perusahaan merespons tuntutan transparansi dari buyer dan mitra bisnis. - Mendukung pengelolaan supply chain yang lebih kompleks
Dukungan terhadap berbagai skenario chain of custody, termasuk mass balance, membantu perusahaan mengelola sustainability attributes dalam supply chain dengan karakteristik material yang beragam. - Menghubungkan sustainability dengan proses bisnis
Integrasi dengan sistem bisnis dan ERP memungkinkan data sustainability menjadi bagian dari alur informasi perusahaan, tanpa harus membangun proses traceability yang sepenuhnya terpisah dari operasional utama.
SAP Green Token untuk Compliance dan Sustainability Standards
Tuntutan terhadap transparansi rantai pasok tidak hanya datang dari buyer, tetapi juga dari regulasi dan standar sustainability yang semakin berkembang. Perusahaan perlu memiliki data yang mampu menunjukkan asal-usul material, sustainability attributes, serta bagaimana material tersebut ditangani sepanjang rantai pasok. Dalam konteks ini, SAP Green Token membantu perusahaan membangun traceability dan chain of custody yang dapat mendukung kebutuhan compliance terhadap standar dan regulasi yang relevan.
SAP Green Token secara resmi mendukung kebutuhan terkait ISCC PLUS dan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Untuk ISCC PLUS, kemampuan seperti segregated dan mass balance accounting membantu perusahaan mengelola sustainability attributes sesuai model chain of custody yang digunakan. ISCC PLUS sendiri menyediakan beberapa metode chain of custody, termasuk physical segregation, controlled blending, dan mass balance.
Untuk kebutuhan EUDR, SAP Green Token dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan data traceability dan proses yang berkaitan dengan due diligence statement (DDS). Dokumentasi SAP mencakup konfigurasi SAP Green Token dan TRACES, termasuk alur transaksi EU dan non-EU serta kebutuhan integrasi untuk pelaporan. Hal ini memungkinkan perusahaan menghubungkan informasi mengenai material dan asal-usulnya dengan proses compliance yang relevan.
Yang perlu diperhatikan, SAP Green Token bukan pengganti sertifikasi, audit, atau kewajiban compliance perusahaan. Solusi ini berfungsi sebagai teknologi yang membantu perusahaan mengelola dan menelusuri data yang dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan persyaratan tersebut. Dengan data chain of custody yang lebih terstruktur dan dapat diaudit, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk membuktikan sustainability claims serta merespons kebutuhan buyer, auditor, dan regulator.
Baca juga: Mengenal SAP Master Data Governance untuk Solusi Tata Kelola Data Master untuk Perusahaan Modern
SAP Green Token vs Sistem Traceability Tradisional
Perusahaan dapat membangun traceability dengan berbagai pendekatan, mulai dari spreadsheet, dokumen, database internal, hingga sistem traceability khusus. Namun, ketika supply chain semakin kompleks dan kebutuhan sustainability semakin tinggi, pendekatan yang terpisah dari sistem operasional dapat membuat data lebih sulit dikonsolidasikan. Perbedaan utama SAP Green Token dengan sistem traceability tradisional terletak pada bagaimana data sustainability dan chain of custody dihubungkan dengan proses bisnis serta sistem ERP yang sudah digunakan perusahaan. Berikut perbandingan keduanya.
| Aspek | SAP Green Token | Sistem Traceability Tradisional |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Mengelola traceability, material provenance, sustainability attributes, dan chain of custody sepanjang supply chain | Mencatat dan menelusuri informasi material berdasarkan sistem, database, spreadsheet, atau dokumen yang digunakan perusahaan |
| Sumber data | Dapat menghubungkan data dari ERP dan sistem terkait dengan informasi sustainability dan traceability | Data sering berasal dari berbagai sumber yang perlu dikumpulkan dan dikonsolidasikan secara terpisah |
| Material provenance | Mendukung penelusuran asal-usul material dan hubungan antara material input hingga produk yang dihasilkan | Penelusuran bergantung pada bagaimana informasi asal material dicatat dan dihubungkan antar sistem |
| Sustainability attributes | Dapat mengelola sustainability attributes dan menghubungkannya dengan material yang relevan | Informasi sustainability biasanya perlu dikelola melalui field, dokumen, atau sistem tambahan |
| Chain of custody | Mendukung pengelolaan chain of custody, termasuk pendekatan segregated dan mass balance | Pengelolaan chain of custody bergantung pada sistem dan metode pencatatan yang diterapkan perusahaan |
| Integrasi dengan ERP | Dirancang untuk terhubung dengan SAP S/4HANA dan sistem terkait sehingga data operasional dapat mendukung proses traceability | Integrasi bergantung pada arsitektur, kemampuan sistem, dan pengembangan yang dilakukan perusahaan |
| Pengelolaan mass balance | Mendukung pencatatan material balance dan alokasi sustainability attributes dalam skenario mass balance | Biasanya membutuhkan mekanisme pencatatan dan rekonsiliasi khusus sesuai proses yang diterapkan |
| Audit dan reporting | Menyediakan data traceability yang lebih terstruktur untuk mendukung reporting, audit, dan kebutuhan compliance | Data untuk audit dan reporting dapat membutuhkan proses pengumpulan serta rekonsiliasi dari berbagai sumber |
| Skalabilitas | Dapat mendukung kebutuhan traceability pada supply chain yang kompleks dan melibatkan berbagai material serta business partner | Skalabilitas sangat bergantung pada kapasitas dan kemampuan sistem yang digunakan perusahaan |
| Posisi dalam arsitektur bisnis | Menjadi lapisan traceability dan chain of custody yang melengkapi ERP tanpa menggantikan ERP core | Dapat berdiri sebagai sistem terpisah dan membutuhkan proses integrasi atau konsolidasi dengan sistem operasional |
Industri yang Dapat Menggunakan SAP Green Token
SAP Green Token dapat diterapkan pada berbagai industri yang memiliki kebutuhan untuk menelusuri asal-usul material dan membuktikan sustainability attributes sepanjang rantai pasok. Beberapa industri yang dapat memanfaatkan solusi ini antara lain:
- Industri pulp dan paper
Membantu menelusuri asal bahan baku seperti kayu serta menghubungkan informasi sumber material dengan produk pulp atau paper yang dihasilkan. - Industri kimia dan petrokimia
Mendukung traceability bahan baku, termasuk material berbasis bio-based atau recycled feedstock, serta pengelolaan sustainability attributes dalam proses produksi. - Industri plastik dan kemasan
Membantu perusahaan melacak material recycled atau sustainable feedstock dan mengelola sustainability claims sepanjang proses produksi. - Industri consumer goods
Mendukung perusahaan dalam membuktikan asal-usul bahan baku dan memenuhi tuntutan sustainability dari buyer maupun konsumen. - Industri makanan dan minuman
Membantu meningkatkan visibilitas terhadap sumber bahan baku dan mendukung kebutuhan traceability dalam supply chain yang melibatkan banyak supplier. - Industri agrikultur dan perkebunan
Dapat digunakan untuk meningkatkan keterlacakan bahan baku dari sumber produksi hingga masuk ke proses pengolahan dan menjadi produk akhir. - Industri tekstil dan apparel
Mendukung penelusuran material seperti serat recycled atau bahan baku dengan sustainability attributes tertentu dari supplier hingga produk jadi. - Industri energi dan renewable feedstock
Membantu mengelola informasi provenance dan sustainability attributes pada bahan baku yang digunakan dalam rantai pasok energi dan material berbasis renewable resources. - Industri manufaktur dengan supply chain kompleks
Relevan bagi perusahaan yang menggunakan berbagai jenis bahan baku dari banyak supplier dan membutuhkan chain of custody yang terstruktur untuk mendukung kebutuhan sustainability, audit, dan compliance.
Baca juga: SAP Digital Manufacturing untuk Transformasi Manajemen Produksi Berbasis Cloud
Integrasi SAP Green Token dan Ekosistem SAP Lainnya
SAP Green Token dirancang untuk terhubung dengan sistem bisnis yang menjadi sumber data material dan aktivitas rantai pasok. Integrasi utamanya dapat dilakukan dengan SAP S/4HANA dan SAP S/4HANA Cloud, sehingga data seperti product, plant, business partner, inbound delivery, goods receipt, dan goods issue dapat digunakan untuk mendukung proses traceability di SAP Green Token. SAP juga menyediakan mekanisme integrasi untuk SAP ECC dan sistem legacy tertentu melalui SAP Sustainability Solutions APIs.

Di sisi sustainability, SAP Green Token berada dalam ekosistem SAP Sustainability Solutions, yang juga mencakup SAP Sustainability Control Tower, SAP Sustainability Footprint Management, SAP Sustainability Data Exchange, serta SAP Responsible Design and Production. Masing-masing solusi memiliki fungsi yang berbeda, sehingga perusahaan dapat menghubungkannya sesuai kebutuhan pengelolaan sustainability. Dengan pendekatan ini, SAP Green Token dapat berfokus pada traceability dan chain of custody, sementara solusi SAP lainnya mendukung kebutuhan sustainability management, data exchange, footprint management, dan reporting.
Dengan integrasi tersebut, perusahaan dapat membangun alur data yang lebih terhubung, mulai dari data operasional di ERP hingga informasi sustainability yang dibutuhkan untuk traceability, compliance, dan reporting. Pendekatan ini juga memperkuat posisi SAP Green Token sebagai lapisan traceability yang melengkapi ERP, bukan sebagai pengganti sistem ERP yang sudah digunakan perusahaan.
Baca juga: Mengenal SAP Asset Performance Management untuk Solusi Cerdas Kelola Performa Aset Perusahaan
Data Apa Saja yang Dapat Dilacak SAP Green Token?
Data yang dapat dilacak melalui SAP Green Token mencakup informasi yang berkaitan dengan asal-usul, atribut keberlanjutan, dan perjalanan material sepanjang supply chain. Ketika bahan baku masuk ke dalam rantai pasok, informasi seperti sumber material, supplier atau business partner, serta sustainability attributes dapat dikaitkan dengan material tersebut. Informasi mengenai sertifikasi dan sustainability declarations juga dapat menjadi bagian dari data yang digunakan untuk mendukung pembuktian status keberlanjutan material.
Seiring material bergerak melalui proses bisnis, SAP Green Token dapat menghubungkan informasi mengenai penerimaan, perpindahan, penggunaan, dan pengiriman material, termasuk hubungan antara material input dengan proses konversi dan produk yang dihasilkan. Dalam proses produksi, keterkaitan antara material dan batch atau output yang dihasilkan membantu perusahaan memahami bagaimana suatu bahan digunakan hingga menjadi produk akhir. Pada skenario mass balance, informasi mengenai material balance dan alokasi sustainability attributes juga dapat dikelola untuk mempertahankan keterlacakan claim meskipun material berada dalam aliran yang sama.
Dengan menghubungkan informasi tersebut, perusahaan dapat membangun jejak digital material dari sumber bahan baku hingga produk akhir. Data ini kemudian dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan traceability, sustainability claims, reporting, audit, dan compliance, sehingga perusahaan tidak hanya mengetahui ke mana material bergerak, tetapi juga memiliki informasi yang lebih terstruktur untuk membuktikan asal-usul dan status keberlanjutannya.
Contoh Penerapan SAP Green Token
Salah satu contoh penerapan SAP Green Token dapat dilihat pada Celulose Nipo-Brasileira S.A. (CENIBRA), perusahaan pulp dan paper asal Brasil yang berbasis di Minas Gerais. Dengan produksi tahunan mencapai 1,2 juta ton bleached eucalyptus pulp dan sekitar 98% produknya diekspor ke pasar internasional, CENIBRA membutuhkan kemampuan untuk meningkatkan transparansi dan traceability bahan baku kayu di sepanjang rantai pasoknya. Kebutuhan tersebut semakin penting dalam menghadapi persyaratan European Union Deforestation Regulation (EUDR), termasuk kebutuhan untuk menyediakan due diligence statements (DDS) dan membuktikan asal bahan baku.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, CENIBRA menerapkan SAP Green Token dengan mengintegrasikan data ERP, informasi bahan baku, dan data geolocation ke dalam proses traceability. Integrasi tersebut membantu perusahaan mengidentifikasi batch kayu yang digunakan dalam setiap batch pulp. SAP Green Token kemudian memungkinkan alokasi material berdasarkan atribut tertentu, sehingga asal bahan baku dapat ditelusuri hingga produk pulp yang dihasilkan. Pendekatan ini membantu CENIBRA membangun sumber data yang lebih terpadu untuk kebutuhan traceability dan compliance.
Pada tahap awal implementasi, CENIBRA berhasil melacak 11.500 ton pulp dan menyelesaikan empat due diligence statements dalam dua bulan pertama. Perusahaan juga menggunakan kemampuan reporting SAP Green Token untuk mencatat atribut bahan baku sepanjang proses produksi dan pengiriman ke Eropa. Dengan demikian, kasus CENIBRA menunjukkan bagaimana integrasi antara data operasional dan sustainability dapat membantu perusahaan membangun traceability dari sumber bahan baku hingga produk akhir, sekaligus mendukung kebutuhan compliance di pasar global.
Baca juga: Strategi Green Manufacturing Membangun Produksi yang Efisien dan Berkelanjutan
Estimasi Biaya SAP Green Token
Pertanyaan yang hampir selalu muncul pada tahap evaluasi adalah berapa investasi yang perlu disiapkan. Untuk SAP Green Token, tidak ada satu angka baku yang berlaku untuk semua perusahaan, karena skema pricing menggunakan volume dokumen transaksi dan kebutuhan implementasi masing-masing organisasi. Berikut komponen yang umumnya perlu dipertimbangkan:
- Lisensi atau langganan
Biaya SAP Green Token menggunakan jumlah dokumen transaksi yang dikelola melalui cloud service sebagai salah satu metrik pricing. Minimum pembelian yang tercantum adalah 5 blok, dengan masing-masing blok berisi 1.000 dokumen per tahun, atau minimum 5.000 dokumen per tahun. - Volume transaksi
Jumlah dokumen yang diproses menjadi salah satu faktor dalam menentukan kebutuhan subscription. Dokumen yang diperhitungkan mencakup transaksi seperti purchase order, goods receipt, dan inbound delivery, sehingga perusahaan perlu memperkirakan volume transaksi tahunannya. - Tenant dan lingkungan sistem
Paket SAP Green Token mencakup 1 productive tenant dan 2 nonproductive tenants. Struktur ini memungkinkan perusahaan menyediakan lingkungan produksi sekaligus lingkungan nonproduksi untuk kebutuhan pengembangan dan pengujian. - Implementasi dan konfigurasi
Biaya implementasi dapat mencakup konfigurasi proses traceability dan chain of custody, penyesuaian alur material, pengaturan sustainability attributes, serta persiapan data agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. - Integrasi dengan sistem lain
Menghubungkan SAP Green Token dengan SAP S/4HANA, SAP S/4HANA Cloud, SAP ECC, atau sistem terkait membutuhkan perencanaan, pengembangan, dan pengujian integrasi. Kompleksitasnya akan bergantung pada arsitektur sistem yang sudah digunakan perusahaan. - Persiapan data dan onboarding business partner
Perusahaan mungkin perlu melakukan pemetaan, pembersihan, dan harmonisasi data material, supplier, sustainability attributes, serta informasi chain of custody. Jika melibatkan banyak supplier atau business partner, proses onboarding juga perlu diperhitungkan dalam scope implementasi. - Pelatihan dan manajemen perubahan
Pengguna dari berbagai fungsi, seperti supply chain, procurement, sustainability, compliance, dan quality, perlu memahami proses baru agar pengelolaan data traceability dapat berjalan secara konsisten. - Dukungan dan pemeliharaan berkelanjutan
Setelah solusi berjalan, perusahaan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dukungan teknis, pemantauan integrasi, pengelolaan data, serta penyesuaian proses apabila kebutuhan sustainability dan compliance berkembang.
SAP Green Token dijual sebagai layanan cloud dengan model langganan berbasis volume dokumen. Menurut halaman harga resmi SAP Green Token, satu dokumen adalah catatan data transaksi komersial yang dikelola melalui layanan, misalnya penerimaan barang, purchase order, atau inbound delivery. Lisensi dijual dalam blok 1.000 dokumen per tahun dengan minimum lima blok, sudah termasuk satu tenant produksi dan dua tenant non-produksi, dan durasi kontraknya berkisar antara 3 hingga 36 bulan dengan perpanjangan otomatis.
SAP sendiri tidak mempublikasikan harga per blok. Ulasan di Fitgap pun mencatat bahwa tarifnya hanya tersedia berdasarkan permintaan. Karena itu, tabel berikut tidak menampilkan angka rupiah atau dolar, melainkan menggambarkan bagaimana biaya bergerak menurut skala penggunaan.
| Skenario | Perkiraan volume dokumen inbound per tahun* | Model lisensi | Estimasi biaya lisensi tahunan | Faktor biaya implementasi |
|---|---|---|---|---|
| Pilot atau perusahaan kecil | Sekitar 5.000 dokumen (batas minimum 5 blok) | Subscription per blok 1.000 dokumen, 1 tenant produksi + 2 non-produksi | Batas bawah kontrak, sesuai penawaran SAP untuk 5 blok | Konfigurasi dasar, uji coba di tenant non-produksi, integrasi ke satu sistem ERP |
| Perusahaan menengah | Sekitar 10.000–50.000 dokumen (10–50 blok) | Subscription per blok, kontrak 12–36 bulan | Naik proporsional dengan jumlah blok, sesuai penawaran SAP | Integrasi ERP, onboarding pemasok, konfigurasi skema seperti ISCC atau EUDR |
| Perusahaan besar multi-site | Sekitar 100.000 dokumen atau lebih | Subscription per blok dengan volume besar, memungkinkan negosiasi | Bergantung pada volume dan hasil negosiasi dengan SAP atau partner | Multi-site, otomatisasi DDS dan integrasi TRACES, penyesuaian proses lintas entitas |
| Enterprise rantai pasok global | Volume sangat tinggi dan bertambah seiring jumlah pemasok yang terhubung | Kontrak khusus melalui SAP Account Executive | Tidak dihitung secara flat, mengikuti volume dokumen aktual | Program implementasi bertahap bersama partner, ekstensi tambahan sesuai kebutuhan |
*Contoh skenario ilustratif untuk membantu perencanaan, bukan angka resmi SAP. Kuota tahunan berkurang sesuai jumlah transaksi inbound yang tercatat, sehingga volume aktual perusahaan perlu dihitung dari data ERP masing-masing.
Catatan penting: struktur lisensi di atas mengacu pada informasi resmi SAP, sedangkan nilai akhirnya baru dapat dipastikan lewat penawaran langsung. Sebelum meminta penawaran, perusahaan dapat mencoba uji coba gratis SAP Green Token selama 30 hari untuk menilai kecocokan proses dan memperkirakan volume dokumen.
Selain biaya lisensi, perusahaan perlu menghitung biaya implementasi. Panduan pengguna SAP menjelaskan bahwa fitur EUDR Enablement mensyaratkan akun TRACES yang aktif, sehingga persiapan data geolokasi dan akun tersebut ikut menjadi bagian dari proyek. Partner seperti All for One Poland dan Westernacher Consulting menawarkan layanan implementasi, integrasi ke lanskap SAP yang ada, dan penataan proses pelaporan. Perkembangan terbaru fitur dan rilisnya dapat dipantau lewat blog komunitas SAP tentang pembaruan SAP Green Token.

Implementasi SAP Green Token yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
Mengadopsi SAP Green Token bukan sekadar keputusan untuk menambahkan solusi traceability, melainkan langkah untuk membangun keterlacakan dan bukti keberlanjutan bahan baku secara lebih terstruktur di sepanjang supply chain. Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan data, integrasi dengan sistem yang sudah digunakan, serta kemampuan perusahaan menyelaraskan proses chain of custody dengan kebutuhan operasional dan sustainability yang berlaku.
Sebagai mitra resmi SAP di Indonesia, Think Tank Solusindo dapat mendampingi perusahaan mulai dari konsultasi kebutuhan, perencanaan integrasi, pemilihan solusi yang sesuai, hingga dukungan implementasi dan pasca-implementasi. Pendekatan ini membantu perusahaan menghubungkan kebutuhan traceability dan sustainability dengan proses bisnis yang sudah berjalan, tanpa menambah kompleksitas yang tidak diperlukan pada ERP core.
SAP Green Token dapat terintegrasi dengan SAP S/4HANA, baik melalui skema GROW with SAP untuk perusahaan yang ingin memulai transformasi digital dengan solusi ERP cloud yang terintegrasi, maupun RISE with SAP bagi perusahaan yang ingin memodernisasi sistem ERP existing mereka. Pemilihan skema yang tepat dapat membantu perusahaan membangun fondasi ERP yang mendukung integrasi dengan SAP Green Token sekaligus menghubungkan data operasional dengan kebutuhan traceability, chain of custody, sustainability reporting, dan compliance.
Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi kebutuhan ketertelusuran material dan kepatuhan keberlanjutan yang lebih terintegrasi dan siap audit, jadwalkan demo SAP S/4HANA bersama tim kami. Hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut mengenai implementasi SAP Green Token yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
