SAP Engineering Control Center Solusi Menghubungkan Data Engineering, Desain Produk, dan Proses Bisnis dalam Satu Platform
SAP Engineering Control Center membantu perusahaan menghubungkan data engineering dan desain produk dengan proses bisnis dalam sistem SAP. Dalam proses pengembangan produk, informasi seperti data CAD, material, Bill of Materials (BOM), dokumen engineering, hingga perubahan desain perlu dikelola secara konsisten agar setiap tim dapat bekerja dengan informasi yang sama. Ketika data tersebut masih tersebar di berbagai aplikasi atau dikelola secara terpisah, proses engineering dapat menjadi lebih kompleks dan meningkatkan risiko perbedaan versi maupun kesalahan informasi.
Melalui integrasi dengan SAP dan berbagai authoring tools, SAP Engineering Control Center menyediakan lingkungan yang memungkinkan tim engineering mengakses dan mengelola informasi produk tanpa harus memisahkan data desain dari proses bisnis. Dengan pendekatan ini, data dari tahap engineering dapat terhubung dengan proses seperti product lifecycle management, produksi, dan supply chain, sehingga informasi produk dapat digunakan secara lebih terintegrasi sepanjang siklus hidupnya.
- Apa Itu SAP Engineering Control Center?
- Tujuan SAP Engineering Control Center
- Bagaimana Cara Kerja SAP Engineering Control Center?
- Fitur SAP Engineering Control Center
- Manfaat SAP Engineering Control Center
- SAP Engineering Control Center dan CAD Integration
- SAP Engineering Control Center vs Sistem CAD Biasa
- Integrasi SAP Engineering Control Center dan Ekosistem SAP Lainnya
- Siapa yang Membutuhkan SAP Engineering Control Center?
- Contoh Penerapan SAP Engineering Control Center
- Estimasi Biaya SAP Engineering Control Center
- Implementasi SAP Engineering Control Center yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
Apa Itu SAP Engineering Control Center?
SAP Engineering Control Center (SAP ECTR) adalah platform yang menghubungkan data engineering dan desain produk dengan sistem SAP. Solusi ini memungkinkan tim engineering mengakses dan mengelola informasi seperti data CAD, dokumen engineering, material, dan Bill of Materials (BOM) dari lingkungan kerja yang terintegrasi dengan SAP. Dengan begitu, data yang digunakan dalam proses desain dapat tetap terhubung dengan informasi produk dan proses bisnis perusahaan.
SAP ECTR juga mendukung integrasi dengan berbagai authoring tools yang digunakan dalam proses engineering, termasuk aplikasi untuk mechanical CAD (MCAD), electrical CAD (ECAD), dan simulation. Integrasi ini membantu perusahaan menjaga konsistensi informasi produk, mengelola perubahan dan versi data, serta menghubungkan aktivitas engineering dengan proses Product Lifecycle Management (PLM) dan sistem bisnis SAP.
Secara sederhana, SAP ECTR dapat dipahami sebagai penghubung antara dunia engineering dan dunia bisnis. Tim engineering tetap dapat bekerja dengan tools yang digunakan untuk merancang produk, sementara informasi terkait desain dan produk dapat terhubung dengan data serta proses di SAP. Pendekatan ini membantu menciptakan satu sumber informasi produk yang lebih terintegrasi sepanjang siklus pengembangan dan pengelolaan produk.
Tujuan SAP Engineering Control Center
Penerapan SAP Engineering Control Center bertujuan untuk menghubungkan aktivitas engineering dengan data dan proses bisnis yang berjalan di SAP. Dengan integrasi tersebut, perusahaan dapat mengelola informasi produk secara lebih terstruktur sekaligus mengurangi kebutuhan untuk memindahkan atau memasukkan data secara manual antar sistem. Beberapa tujuan utama SAP ECTR meliputi:
- Mengintegrasikan data engineering dengan SAP
Menghubungkan informasi dari berbagai engineering tools dengan data yang tersimpan dalam sistem SAP, sehingga data desain dan data bisnis dapat dikelola dalam alur yang lebih terintegrasi. - Menjaga konsistensi data produk
Membantu memastikan informasi seperti material, BOM, dokumen, dan data desain tetap sinkron sehingga tim dapat bekerja berdasarkan informasi produk yang konsisten. - Mempermudah pengelolaan data dan dokumen engineering
Menyediakan akses terhadap data produk dan dokumen engineering dari lingkungan kerja yang terhubung dengan SAP, sehingga informasi lebih mudah ditemukan dan dikelola. - Mendukung pengelolaan perubahan produk
Membantu menghubungkan perubahan pada desain atau data engineering dengan informasi produk yang terkait, sehingga perubahan dapat dikelola secara lebih terstruktur. - Meningkatkan kolaborasi lintas fungsi
Menghubungkan informasi engineering dengan proses bisnis seperti produksi, supply chain, dan product lifecycle management, sehingga berbagai tim dapat menggunakan informasi produk yang saling terhubung. - Mendukung pengelolaan produk sepanjang lifecycle
Menghubungkan data sejak tahap desain dan pengembangan produk hingga proses bisnis berikutnya, sehingga informasi engineering dapat terus digunakan sepanjang siklus hidup produk.
Bagaimana Cara Kerja SAP Engineering Control Center?
SAP Engineering Control Center bekerja sebagai penghubung antara aplikasi engineering dan sistem SAP, sehingga data desain dan informasi produk dapat digunakan dalam proses bisnis yang saling terintegrasi. Tim engineering dapat bekerja dengan berbagai authoring tools, sementara data seperti dokumen, material, dan Bill of Materials (BOM) dapat terhubung dengan informasi produk yang tersimpan di SAP.

Prosesnya dimulai ketika tim engineering membuat atau memperbarui desain menggunakan CAD, ECAD, atau simulation tools. Data dan dokumen yang dihasilkan kemudian dapat dikelola melalui SAP ECTR dan dihubungkan dengan informasi terkait dalam SAP. Dengan integrasi tersebut, perubahan pada data engineering dapat dikaitkan dengan data produk seperti material, BOM, dokumen, dan informasi perubahan tanpa harus memindahkan data secara manual antar lingkungan kerja.
Setelah data engineering terhubung dengan SAP Product Lifecycle Management (PLM) dan SAP ERP atau SAP S/4HANA, informasi tersebut dapat digunakan oleh fungsi bisnis lainnya. Data produk yang sama dapat mendukung proses seperti produksi, supply chain, quality management, hingga pengelolaan product lifecycle. Dengan demikian, SAP ECTR membantu menciptakan alur informasi yang menghubungkan proses desain dengan kebutuhan bisnis di tahap berikutnya.
Fitur SAP Engineering Control Center
Untuk mendukung proses engineering yang terhubung dengan sistem bisnis, SAP Engineering Control Center menyediakan berbagai fitur untuk mengelola data produk, dokumen, desain, dan perubahan secara terintegrasi. Fitur-fitur tersebut dirancang agar tim engineering dapat bekerja dengan authoring tools yang digunakan sehari-hari sekaligus tetap terhubung dengan informasi produk di SAP. Beberapa fitur utama SAP ECTR meliputi:
Integrasi CAD dengan SAP
Engineer dapat mengakses data SAP langsung dari aplikasi CAD yang mereka gunakan sehari-hari, seperti Autodesk Inventor, SolidWorks, Creo, NX, hingga AutoCAD, tanpa perlu berpindah sistem atau memasukkan data secara manual.
- Dukungan berbagai aplikasi CAD mekanikal dan elektrikal
- Akses data SAP langsung dari lingkungan kerja CAD
- Mengurangi input ulang data antara tim engineering dan sistem SAP
Manajemen Struktur Produk dan BOM
Struktur produk dari model CAD dapat diubah menjadi Bill of Materials (BOM) di SAP secara otomatis, sehingga data engineering dan data produksi selalu selaras sejak tahap desain hingga manufaktur.
- Pembuatan BOM di SAP langsung dari struktur model CAD
- Sinkronisasi struktur produk antara CAD dan SAP
- Data desain dan data produksi tetap konsisten
Manajemen Material dan Dokumen Terpusat
Data material master dan dokumen teknis seperti gambar kerja, model 3D, dan spesifikasi dikelola dalam satu repositori terpusat melalui SAP Document Management, sehingga seluruh tim bekerja dengan versi yang sama.
- Pembuatan dan pembaruan material master dari lingkungan CAD
- Penyimpanan gambar dan model 3D dalam repositori terpusat
- Kontrol versi dokumen untuk seluruh tim
Manajemen Perubahan Engineering
Setiap perubahan desain dapat diajukan, ditinjau, dan disetujui melalui alur kerja yang terstruktur dan terintegrasi dengan proses perubahan di SAP PLM, sehingga dampak perubahan terhadap produk dan produksi dapat dikendalikan.
- Alur pengajuan dan persetujuan perubahan yang terstruktur
- Terintegrasi dengan proses change management di SAP PLM
- Pelacakan riwayat perubahan desain dan produk
Pencarian dan Penggunaan Ulang Desain
Engineer dapat mencari komponen, material, dan dokumen yang sudah ada di SAP langsung dari aplikasi CAD, sehingga desain yang pernah dibuat dapat digunakan kembali dan tidak perlu dirancang ulang dari awal.
- Pencarian komponen dan dokumen yang sudah ada di SAP
- Penggunaan ulang desain untuk mempercepat pengembangan produk
- Mengurangi duplikasi material dan komponen
Kolaborasi Lintas Departemen
Data engineering yang tersimpan di SAP dapat diakses oleh tim purchasing, produksi, dan quality, sehingga informasi desain terbaru tersedia bagi semua pihak yang membutuhkan tanpa harus melalui pertukaran file manual.
- Data desain terbaru dapat diakses tim purchasing, produksi, dan quality
- Menghilangkan pertukaran file manual antar departemen
- Satu sumber data engineering untuk seluruh perusahaan
Manfaat SAP Engineering Control Center
Penerapan SAP Engineering Control Center memberikan manfaat terutama dalam menghubungkan informasi engineering dengan proses bisnis. Dengan data yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada proses manual sekaligus meningkatkan visibilitas terhadap informasi produk. Beberapa manfaat utamanya meliputi:
- Mengurangi silo data engineering
Data desain, dokumen, material, dan BOM dapat terhubung dengan sistem SAP sehingga informasi tidak lagi tersebar di berbagai lingkungan yang terpisah. - Meningkatkan konsistensi informasi produk
Tim engineering dan fungsi bisnis dapat mengakses informasi produk yang saling terhubung, sehingga risiko penggunaan data atau versi yang tidak sesuai dapat diminimalkan. - Mempercepat akses terhadap data engineering
Pengguna dapat mencari dan mengakses informasi seperti dokumen, material, BOM, dan data produk melalui lingkungan yang terintegrasi dengan SAP. - Mengurangi proses input dan pemindahan data secara manual
Integrasi antara authoring tools dan SAP membantu mengurangi kebutuhan untuk memasukkan atau memindahkan informasi engineering secara berulang antar sistem. - Mendukung kolaborasi lintas departemen
Informasi engineering dapat digunakan oleh fungsi lain seperti produksi, supply chain, dan quality, sehingga koordinasi antar tim menjadi lebih mudah. - Mendukung pengelolaan perubahan produk
Perubahan desain dan informasi produk dapat dikelola secara lebih terstruktur, sehingga tim dapat memahami perubahan yang terjadi dan informasi yang terdampak. - Meningkatkan visibilitas sepanjang product lifecycle
Data dari tahap desain dan engineering dapat tetap terhubung dengan proses berikutnya, sehingga perusahaan memiliki pandangan yang lebih menyeluruh terhadap informasi produk. - Mendukung proses pengembangan produk yang lebih terintegrasi
Dengan menghubungkan engineering, PLM, dan proses bisnis SAP, perusahaan dapat membangun alur informasi yang lebih konsisten dari tahap desain hingga proses operasional.
SAP Engineering Control Center dan CAD Integration
CAD integration merupakan salah satu fungsi penting dalam SAP Engineering Control Center karena memungkinkan data yang dibuat melalui aplikasi Computer-Aided Design (CAD) terhubung dengan informasi produk di SAP. Dalam proses engineering, desain produk biasanya menghasilkan berbagai jenis data seperti model 3D, drawing, assembly, dan dokumen teknis. Tanpa integrasi yang baik, data tersebut dapat tersimpan terpisah dari informasi material, BOM, maupun data produk yang digunakan oleh fungsi bisnis lainnya.
Melalui SAP ECTR, engineer dapat bekerja dengan CAD authoring tools yang digunakan dalam proses desain, sementara data engineering yang dihasilkan dapat dikaitkan dengan objek dan informasi terkait di SAP. Hubungan tersebut membantu menghubungkan struktur desain dengan informasi seperti material, Bill of Materials (BOM), dokumen, dan status perubahan. Dengan demikian, perubahan pada data engineering dapat dikelola dalam konteks product data yang lebih luas, bukan hanya sebagai file desain yang berdiri sendiri.
Integrasi ini juga membantu perusahaan menjaga konsistensi antara desain produk dan data bisnis. Ketika informasi dari CAD dapat terhubung dengan SAP, data yang dibutuhkan untuk proses berikutnya seperti manufacturing, procurement, atau supply chain dapat mengacu pada informasi produk yang sama. Hal tersebut membuat SAP ECTR tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara CAD dan SAP, tetapi juga sebagai bagian dari alur pengelolaan data produk dari tahap engineering hingga proses bisnis downstream.
SAP Engineering Control Center vs Sistem CAD Biasa
SAP Engineering Control Center dan sistem CAD biasa memiliki fokus yang berbeda dalam proses pengembangan produk. Sistem CAD terutama digunakan untuk membuat dan mengembangkan desain, sedangkan SAP ECTR berperan menghubungkan data engineering tersebut dengan informasi produk dan proses bisnis di SAP. Perbedaan ini dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:
| Aspek | SAP Engineering Control Center | Sistem CAD Biasa |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Menghubungkan data engineering dengan data produk dan proses bisnis SAP | Membuat, mengembangkan, dan memodifikasi desain produk |
| Pengelolaan Data | Mengelola data engineering bersama material, BOM, dokumen, dan informasi produk di SAP | Berfokus pada file dan data desain yang dibuat dalam aplikasi CAD |
| Integrasi | Terintegrasi dengan SAP PLM, SAP ERP, SAP S/4HANA, serta engineering authoring tools yang didukung | Utamanya digunakan dalam lingkungan aplikasi CAD dan integrasi bergantung pada sistem atau tools tambahan |
| Product Lifecycle | Mendukung keterhubungan data engineering dengan proses product lifecycle hingga proses bisnis downstream | Terutama mendukung tahap desain dan engineering dalam pengembangan produk |
| Pengguna | Engineering dan fungsi lain yang membutuhkan akses terhadap data produk terintegrasi | Terutama engineer, designer, dan technical team yang membuat atau mengembangkan desain |
| Peran dalam Perusahaan | Menjadi penghubung antara engineering dan proses bisnis dalam ekosistem SAP | Menjadi tools utama untuk membuat dan mengembangkan desain produk |
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa SAP ECTR dan CAD bukan dua solusi yang saling menggantikan. Perusahaan tetap membutuhkan CAD untuk aktivitas desain, sementara SAP ECTR dapat digunakan untuk menghubungkan hasil engineering dengan data produk dan proses bisnis yang dikelola dalam SAP.
Integrasi SAP Engineering Control Center dan Ekosistem SAP Lainnya
SAP Engineering Control Center dapat menghubungkan berbagai engineering tools dengan sistem SAP, sehingga data produk dapat mengalir dari tahap desain hingga proses bisnis. Dalam lingkungan engineering, perusahaan dapat menggunakan aplikasi seperti mechanical CAD (MCAD), electrical CAD (ECAD), maupun simulation tools. Melalui SAP ECTR, data dan dokumen yang dihasilkan dari tools tersebut dapat dikaitkan dengan informasi produk yang dikelola dalam SAP, seperti material, Bill of Materials (BOM), dan dokumen engineering.

Data yang terhubung melalui SAP ECTR kemudian dapat digunakan dalam SAP Product Lifecycle Management (PLM) untuk mendukung pengelolaan informasi produk sepanjang siklus pengembangannya. Dalam landscape yang masih menggunakan SAP ECC, SAP ECTR dapat membantu menghubungkan data engineering dengan proses dan master data yang dikelola dalam sistem ERP tersebut. Sementara itu, pada landscape yang menggunakan SAP S/4HANA, integrasi dapat mendukung keterhubungan data engineering dengan sistem ERP generasi berikutnya. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menyesuaikan pemanfaatan SAP ECTR dengan landscape SAP yang digunakan.
Selanjutnya, informasi produk yang telah terhubung dapat mendukung berbagai proses bisnis downstream, seperti production, supply chain, procurement, dan quality management. Dengan alur tersebut, data yang awalnya dibuat dalam proses engineering dapat digunakan oleh fungsi lain tanpa harus dikelola sebagai informasi yang terpisah. SAP ECTR pada akhirnya berperan sebagai jembatan antara engineering tools, SAP PLM, SAP ECC atau SAP S/4HANA, dan proses bisnis perusahaan, sehingga informasi produk dapat digunakan secara lebih terintegrasi sepanjang product lifecycle.
Baca juga: SAP Digital Manufacturing untuk Transformasi Manajemen Produksi Berbasis Cloud
Siapa yang Membutuhkan SAP Engineering Control Center?
SAP Engineering Control Center terutama relevan bagi perusahaan yang memiliki proses engineering kompleks dan membutuhkan hubungan yang lebih erat antara data desain dengan proses bisnis. Solusi ini dapat dipertimbangkan oleh perusahaan dengan karakteristik berikut:
- Perusahaan manufaktur dengan proses pengembangan produk yang kompleks
Cocok bagi perusahaan yang mengelola banyak data engineering, desain, material, BOM, dan dokumen produk yang perlu terhubung dengan proses bisnis. - Perusahaan yang menggunakan berbagai CAD atau engineering tools
SAP ECTR dapat membantu perusahaan yang menggunakan MCAD, ECAD, atau simulation tools dan membutuhkan integrasi antara data dari aplikasi tersebut dengan sistem SAP. - Perusahaan dengan banyak varian atau konfigurasi produk
Ketika produk memiliki banyak versi, komponen, dan perubahan desain, perusahaan membutuhkan pengelolaan data produk yang konsisten dan terstruktur. - Perusahaan yang sudah menggunakan SAP dalam operasional bisnis
SAP ECTR relevan bagi perusahaan yang ingin menghubungkan data engineering dengan SAP PLM, SAP S/4HANA, atau proses bisnis SAP lainnya tanpa memisahkan aktivitas engineering dari ekosistem bisnis yang sudah berjalan. - Perusahaan yang membutuhkan kolaborasi antara engineering dan fungsi bisnis
Perusahaan dengan koordinasi erat antara engineering, produksi, supply chain, quality, dan fungsi lainnya dapat memanfaatkan integrasi data produk untuk mengurangi kesenjangan informasi antar departemen. - Perusahaan yang ingin mengurangi pengelolaan data secara manual
SAP ECTR dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang masih sering melakukan input, pemindahan, atau pertukaran data engineering secara manual antar aplikasi dan sistem. - Perusahaan yang perlu mengelola product lifecycle secara terintegrasi
Bagi perusahaan yang ingin menghubungkan informasi sejak desain dan pengembangan hingga proses produksi dan operasional, SAP ECTR dapat membantu membangun alur data produk yang lebih terintegrasi.
Contoh Penerapan SAP Engineering Control Center
Salah satu contoh penerapan SAP Engineering Control Center dapat dilihat pada Elementar Analysensysteme GmbH, perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi instrumen analitik. Elementar memiliki sekitar 320 karyawan dan dua lokasi engineering, yaitu di Langenselbold, Jerman, dan Manchester, Inggris. Sebelum menerapkan pendekatan baru untuk pengelolaan data produk, perusahaan menghadapi tantangan dalam menghubungkan proses product development dengan sistem bisnis. Data dari lingkungan product development perlu ditransfer ke ERP melalui berbagai proses dan sinkronisasi, sehingga menciptakan pekerjaan manual serta potensi kesalahan data.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Elementar menggunakan SAP Engineering Control Center sebagai penghubung antara product development dan SAP S/4HANA. Dengan ECTR, data engineering dapat bekerja lebih dekat dengan data yang dikelola di SAP tanpa harus mengandalkan mekanisme sinkronisasi eksternal yang kompleks. SAP mencatat bahwa proses seperti release material dapat dilakukan secara lebih sederhana, sementara aturan versioning, release workflow, dan struktur data dapat dikelola dengan lebih terkoordinasi di antara dua lokasi engineering.
Penerapan ini menunjukkan bagaimana SAP ECTR dapat digunakan bukan hanya untuk menghubungkan CAD dengan SAP, tetapi juga untuk mengurangi friction dalam alur data product development. Dengan mengurangi kebutuhan sinkronisasi manual dan menjaga data tetap berada dalam satu fondasi yang terhubung, tim engineering dapat menghabiskan lebih banyak waktu pada aktivitas pengembangan produk, sementara perusahaan memperoleh proses pengelolaan data yang lebih terstruktur. Kasus Elementar juga menunjukkan pentingnya data quality, process discipline, dan penerapan secara bertahap agar integrasi dapat berkembang sesuai kebutuhan bisnis.
Baca juga: Mengenal Additive Manufacturing dan Perannya dalam Produksi Modern
Estimasi Biaya SAP Engineering Control Center
Biaya SAP Engineering Control Center tidak memiliki satu tarif publik yang berlaku untuk semua perusahaan. SAP menyediakan beberapa edisi ECTR, termasuk untuk SAP ERP dan SAP S/4HANA Cloud Private Edition, dengan harga yang ditampilkan sebagai price upon request. Struktur lisensinya juga menggunakan Active User, dengan pilihan periode kontrak yang dapat berbeda berdasarkan produk dan edisi yang digunakan.
Secara umum, beberapa faktor yang perlu diperhitungkan ketika memperkirakan biaya SAP ECTR meliputi:
- Jenis dan edisi SAP ECTR
Biaya dapat berbeda berdasarkan sistem yang digunakan, misalnya ECTR untuk SAP ERP atau SAP S/4HANA Cloud Private Edition, serta pilihan standard atau professional edition. - Jumlah Active User
SAP menyediakan ECTR dalam blok 1 Active User, sehingga jumlah pengguna yang membutuhkan akses menjadi salah satu faktor dalam menentukan kebutuhan lisensi. - Engineering tools yang perlu diintegrasikan
Kebutuhan integrasi dengan CAD atau ECAD tertentu juga perlu diperhitungkan. SAP menyediakan interface ECTR untuk berbagai tools, termasuk NX, SolidWorks, Inventor, ECAD, dan EPLAN, yang dapat memiliki kebutuhan lisensi atau komponen tersendiri. - Durasi kontrak
Untuk beberapa edisi ECTR, SAP mencantumkan pilihan kontrak mulai dari 6 hingga 60 bulan, sementara beberapa interface memiliki ketentuan durasi yang berbeda. - Implementasi dan konfigurasi
Selain lisensi, perusahaan perlu mempertimbangkan biaya implementasi, konfigurasi, integrasi, pengujian, migrasi atau penyesuaian data, serta pelatihan pengguna. Besarnya biaya akan sangat bergantung pada kompleksitas SAP landscape dan proses engineering yang sudah berjalan.
SAP tidak mempublikasikan daftar harga resmi untuk SAP Engineering Control Center (ECTR). Berbagai direktori perangkat lunak, seperti halaman ulasan produk di OMR Reviews, hanya mencantumkan bahwa harga tersedia berdasarkan permintaan. Artinya, biaya sangat bergantung pada kesepakatan antara perusahaan, SAP, dan partner implementasi.
Meski angka pastinya tidak dipublikasikan, struktur biayanya sudah cukup jelas. Menurut penjelasan LeverX sebagai partner implementasi SAP ECTR, lisensi terdiri dari dua komponen utama, yaitu platform dasar ECTR dan konektor terpisah untuk setiap sistem CAD yang digunakan (misalnya SOLIDWORKS atau AutoCAD Electrical), dengan model lisensi yang umumnya per pengguna. Untuk lisensi perpetual, panduan harga SAP dari Lark menyebutkan biaya pemeliharaan tahunan sekitar 22% dari nilai lisensi, sedangkan model langganan dibayar berkala. Berikut gambaran komponen biaya berdasarkan skala perusahaan:
| Skenario | Cakupan Implementasi | Komponen Lisensi | Komponen Implementasi | Cara Mendapat Estimasi Angka |
|---|---|---|---|---|
| Perusahaan menengah | Satu sistem CAD, tim engineering kecil, integrasi ke SAP yang sudah berjalan | Platform dasar ECTR + satu konektor CAD, dihitung per pengguna | Konfigurasi integrasi, pemetaan material master dan BOM, pelatihan pengguna | Penawaran langsung dari SAP atau partner resmi berdasarkan jumlah pengguna |
| Menengah-atas | Lebih dari satu sistem CAD (mekanikal dan elektrikal), beberapa departemen terlibat | Platform dasar + beberapa konektor CAD, jumlah pengguna lebih besar | Integrasi multi-CAD, penyesuaian alur rilis dan perubahan, migrasi data CAD lama | Penawaran partner dengan rincian per konektor CAD dan per kelompok pengguna |
| Perusahaan besar | Multi-CAD, multi-lokasi, terhubung dengan SAP PLM dan document management | Lisensi platform dan konektor skala besar, dinegosiasikan dalam paket dengan modul SAP lain | Manajemen perubahan engineering, integrasi struktur produk, penyesuaian proses lintas lokasi | Negosiasi paket lisensi dan proposal proyek dari partner implementasi |
| Enterprise skala global | Banyak entitas dan lokasi engineering, standardisasi proses desain global | Kontrak enterprise, tidak dihitung secara flat | Program implementasi bertahap per lokasi, tata kelola data engineering global | Negosiasi langsung dengan SAP dan proyek berbasis fase |
*Tabel ini menggambarkan komponen dan pendorong biaya berdasarkan struktur lisensi yang dijelaskan partner SAP, bukan daftar harga resmi. Jumlah pengguna, jumlah konektor CAD, dan lingkup implementasi menentukan angka akhir.
Catatan penting, SAP belum mempublikasikan angka biaya resmi untuk ECTR, sehingga perusahaan perlu meminta penawaran langsung dari SAP atau partner implementasi. Halaman produk resmi dari DSC sebagai penyedia solusi CAD-SAP dapat membantu memahami cakupan integrasi CAD yang tersedia sebelum menyusun kebutuhan lisensi.
Selain biaya lisensi, perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya implementasi yang mencakup konfigurasi integrasi CAD, pemetaan data material dan BOM, migrasi dokumen desain yang sudah ada, serta pelatihan tim engineering. Panduan umum dari Saptix mengenai biaya lisensi SAP juga menegaskan bahwa layanan implementasi, pelatihan, dan dukungan teknis umumnya dihitung terpisah dari biaya lisensi.

Implementasi SAP Engineering Control Center yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
SAP Engineering Control Center menunjukkan bahwa pengelolaan data engineering tidak cukup hanya mengandalkan tools desain yang berdiri sendiri, terutama bagi perusahaan yang memiliki proses pengembangan produk kompleks dan membutuhkan keterhubungan antara engineering dengan proses bisnis. Namun, menghadirkan manfaat penuh dari solusi ini bukan sekadar soal mengintegrasikan SAP ECTR dengan engineering tools, melainkan juga membutuhkan ketepatan konfigurasi, kesiapan data, integrasi dengan SAP landscape, dan penyesuaian proses kerja. Di sinilah peran partner implementasi yang berpengalaman menjadi penting agar investasi yang dikeluarkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Sebagai authorized partner SAP di Indonesia, Think Tank Solusindo mendampingi perusahaan mulai dari konsultasi kebutuhan, perencanaan solusi, pemilihan sistem yang relevan, hingga implementasi dan dukungan pasca-implementasi. Pendampingan ini membantu memastikan penerapan SAP Engineering Control Center tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi benar-benar dapat menghubungkan data engineering dengan proses bisnis dan mendukung cara kerja perusahaan secara lebih terintegrasi.
Mengingat SAP Engineering Control Center dapat digunakan dalam landscape SAP ERP maupun SAP S/4HANA, perusahaan perlu mempertimbangkan sistem SAP yang sudah digunakan serta arah transformasi digitalnya sebelum menentukan skenario implementasi. Bagi perusahaan yang sedang beralih menuju SAP S/4HANA Cloud, pilihan seperti GROW with SAP maupun RISE with SAP dapat dipertimbangkan berdasarkan tingkat kesiapan, kebutuhan, dan kompleksitas landscape perusahaan.
Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi kebutuhan integrasi data engineering dengan SAP dan ingin memahami bagaimana SAP Engineering Control Center dapat diterapkan dalam landscape yang sudah berjalan, konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Think Tank Solusindo. Dapatkan demo SAP S/4HANA dan diskusikan kebutuhan implementasi SAP Engineering Control Center yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan Anda. Hubungi tim kami untuk mendapatkan konsultasi lebih lanjut.
