Mengenal SAP BusinessObjects untuk Solusi Business Intelligence untuk Pelaporan Perusahaan
SAP BusinessObjects adalah salah satu suite business intelligence paling lama dipakai di lingkungan perusahaan, jauh sebelum istilah “data-driven decision making” jadi tren. Sejak diakuisisi SAP pada 2007, platform ini terus jadi andalan banyak perusahaan menengah-besar untuk urusan reporting, visualisasi data, dan analisis ad-hoc. Mulai dari laporan keuangan bulanan sampai dashboard operasional harian.
Tapi di tengah dorongan modernisasi ke SAP BTP dan S/4HANA, muncul pertanyaan yang makin sering ditanyakan tim IT dan manajemen, apakah BusinessObjects masih relevan dipakai sekarang, atau justru sudah waktunya dipertimbangkan untuk migrasi?
Mulai dari definisi, cara kerja, fitur-fitur utama, sampai posisinya di tengah ekosistem SAP yang terus berkembang. Semua dibahas di bawah ini, supaya Anda bisa menilai sendiri apakah platform ini masih cocok untuk kebutuhan bisnis Anda saat ini.
- Apa itu SAP BusinessObjects?
- Mengapa Perusahaan Membutuhkan SAP BusinessObjects?
- Bagaimana Cara Kerja SAP BusinessObjects?
- Fitur-Fitur Utama
- SAP BusinessObjects di Era SAP BTP & S/4HANA, Masih Relevan atau Saatnya Migrasi?
- SAP BusinessObjects vs SAP Analytics Cloud
- Siapa yang Cocok Menggunakan SAP BusinessObjects?
- Manfaat bagi Perusahaan
- Contoh Implementasi SAP BusinessObjects
- Berapa Estimasi Harga SAP BusinessObjects?
- Implementasi SAP BusinessObjects yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
Apa itu SAP BusinessObjects?
SAP BusinessObjects (sering disingkat SAP BO, BOBJ, atau BObjects) adalah suite reporting dan analisis untuk kebutuhan business intelligence (BI) yang memungkinkan pengguna bisnis mengakses, mengeksplorasi, dan memvisualisasikan data dari berbagai sumber tanpa harus bergantung penuh pada tim IT atau data analyst.
Platform ini awalnya dikembangkan oleh perusahaan Prancis, Business Objects SA, yang didirikan pada 1990, sebelum akhirnya diakuisisi SAP pada 2007. Sejak saat itu, SAP BusinessObjects menjadi lapisan BI front-end dalam ekosistem SAP. Artinya data tidak disimpan di level aplikasi ini, melainkan diintegrasikan dari berbagai sumber back-end seperti SAP ERP, SAP HANA, maupun database non-SAP lainnya.
Karakteristik utama SAP BusinessObjects:
- Front-end BI platform, berfungsi sebagai lapisan pelaporan dan visualisasi, bukan tempat penyimpanan data utama.
- Multi-source, bisa terhubung ke berbagai sumber data, baik sistem SAP maupun non-SAP (database, Excel, cloud storage).
- Self-service oriented, dirancang agar pengguna bisnis bisa membuat laporan dan analisis sendiri lewat fitur drag-and-drop, tanpa harus menulis query rumit.
- Terdiri dari beberapa produk, bukan aplikasi tunggal, melainkan kumpulan tools yang masing-masing punya fungsi spesifik (dibahas lebih detail di section komponen).
Inti dari arsitektur SAP BusinessObjects adalah konsep Universe. Lapisan metadata yang menjembatani data mentah di back-end dengan tampilan yang dipahami pengguna bisnis di front-end. Dengan Universe, pengguna bisa menyusun laporan tanpa perlu tahu struktur database atau bahasa query seperti SQL.
Baca juga: SAP SuccessFactors: Pengertian, Fitur, Fungsi, dan Estimasi Biayanya
Mengapa Perusahaan Membutuhkan SAP BusinessObjects?
Di perusahaan skala menengah-besar, data biasanya tersebar di banyak sistem ERP, CRM, spreadsheet tim finance, sampai database departemen yang berjalan sendiri-sendiri. Tanpa alat yang tepat, proses menyatukan dan menganalisis data ini bisa memakan waktu berhari-hari dan rawan kesalahan manual. Di sinilah SAP BusinessObjects berperan, sebagai jembatan yang menyatukan data dari berbagai sumber, baik sistem SAP maupun non-SAP, sehingga laporan tidak lagi terfragmentasi per departemen dan bisa dilihat dalam satu gambaran utuh.
Salah satu manfaat paling terasa adalah berkurangnya ketergantungan pada tim IT untuk laporan rutin. Dengan pendekatan self-service, pengguna bisnis seperti tim finance, sales, atau operasional bisa membuat dan menyesuaikan laporan sendiri tanpa harus antre permintaan ke IT setiap kali butuh data baru atau format berbeda. Ini juga sekaligus menstandardisasi format pelaporan, menggantikan proses manual berbasis Excel yang sering kali rawan versi berbeda-beda antar tim dan sulit ditelusuri saat diaudit.
Yang tidak kalah penting, BusinessObjects mendukung pengambilan keputusan berbasis data real-time. Dashboard dan laporan bisa mencerminkan kondisi bisnis terkini, bukan data yang sudah basi karena proses konsolidasi manual. Ditambah dengan skalabilitas yang mumpuni, platform ini mampu melayani kebutuhan pelaporan dari puluhan hingga ribuan pengguna dalam satu organisasi tanpa kehilangan performa.
Baca juga: Mengenal SAP Commerce Cloud untuk Platform E-Commerce Terintegrasi untuk Perusahaan
Bagaimana Cara Kerja SAP BusinessObjects?
Secara arsitektur, SAP BusinessObjects bekerja sebagai lapisan front-end yang menjembatani pengguna bisnis dengan data yang tersimpan di berbagai sumber back-end. Prosesnya dimulai dari koneksi ke sumber data, baik itu SAP ERP, SAP HANA, database relasional non-SAP, maupun file seperti Excel, yang kemudian dipetakan ke dalam Universe, lapisan metadata yang menerjemahkan struktur data teknis menjadi objek-objek yang mudah dipahami pengguna bisnis, seperti “Penjualan”, “Pelanggan”, atau “Periode”.

Setelah Universe terbentuk, pengguna tinggal menggunakan salah satu tools pelaporan dalam suite BusinessObjects, seperti Web Intelligence untuk laporan interaktif ad-hoc atau Crystal Reports untuk laporan terformat yang siap cetak, untuk menyusun query lewat antarmuka drag-and-drop tanpa perlu menulis SQL secara manual. Di balik layar, sistem inilah yang menerjemahkan pilihan pengguna menjadi query yang dieksekusi ke sumber data asli.
Hasil laporan kemudian bisa diakses melalui BI Launchpad, portal terpusat tempat pengguna membuka, mengedit, atau membagikan laporan sesuai hak akses masing-masing. Seluruh proses ini diatur lewat Central Management Console (CMC), tempat administrator mengelola koneksi sumber data, hak akses pengguna, dan konfigurasi keamanan secara terpusat, sehingga meskipun digunakan oleh ribuan pengguna sekaligus, kontrol atas siapa yang bisa mengakses data apa tetap terjaga.
Baca juga: Mengenal SAP FICO untuk Solusi Keuangan Terintegrasi untuk Bisnis Modern
Fitur-Fitur Utama
Di luar komponen-komponen produknya, SAP BusinessObjects juga dilengkapi sejumlah fitur inti yang membuatnya tetap jadi pilihan banyak perusahaan untuk kebutuhan reporting dan analisis data, mulai dari kemudahan akses lintas sumber data hingga dukungan kolaborasi antar pengguna dalam satu platform terpusat.
Manajemen Katalog dan Produk (PIM)
Platform ini menyediakan sistem manajemen informasi produk (Product Information Management) yang memungkinkan perusahaan mengelola data produk dalam jumlah besar secara terpusat, mulai dari deskripsi, harga, hingga variasi produk, lalu mendistribusikannya secara konsisten ke seluruh kanal penjualan.
- Pengelolaan data produk skala besar dari satu sumber terpusat
- Konsistensi deskripsi, harga, dan variasi di semua kanal
- Distribusi katalog otomatis ke website, mobile, dan marketplace
Personalisasi dan Merchandising Berbasis AI
Fitur ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menganalisis perilaku pelanggan dan menyesuaikan rekomendasi produk, hasil pencarian, serta promosi secara otomatis, sehingga setiap pelanggan mendapatkan pengalaman belanja yang relevan dengan preferensi mereka.
- Rekomendasi produk otomatis berbasis perilaku pelanggan
- Hasil pencarian yang disesuaikan secara dinamis
- Promosi dan konten yang relevan untuk tiap pelanggan
Manajemen Pesanan Real-Time
Setiap pesanan yang masuk dari berbagai kanal diproses dan dipantau melalui satu sistem terpusat, memberikan visibilitas penuh atas status inventaris, pengiriman, dan pemenuhan pesanan tanpa jeda informasi antar tim.
- Pemantauan pesanan lintas kanal dari satu sistem terpusat
- Visibilitas penuh atas status inventaris dan pengiriman
- Pemenuhan pesanan tanpa jeda informasi antar tim
Self-Service untuk Pelanggan B2B
Untuk transaksi B2B, platform ini menyediakan fitur seperti pengaturan alur persetujuan pesanan (order approval workflow) dan negosiasi penawaran (quote negotiation), memungkinkan pelanggan bisnis mengelola transaksi kompleks secara mandiri tanpa perlu keterlibatan manual dari tim sales.
- Alur persetujuan pesanan (order approval workflow) mandiri
- Negosiasi penawaran (quote negotiation) tanpa perlu sales
- Pengelolaan transaksi B2B kompleks secara self-service
Dukungan Omnichannel
Seluruh data produk, harga, dan inventaris disinkronkan secara konsisten di setiap titik kontak, baik website, aplikasi mobile, maupun marketplace, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang seragam di mana pun mereka berinteraksi dengan bisnis.
- Sinkronisasi data produk, harga, dan inventaris real-time
- Pengalaman belanja yang konsisten di semua kanal
- Terintegrasi di website, aplikasi mobile, dan marketplace
SAP BusinessObjects di Era SAP BTP & S/4HANA, Masih Relevan atau Saatnya Migrasi?
Pertanyaan ini makin sering muncul di meja diskusi tim IT dan manajemen, terutama bagi perusahaan yang sudah bertahun-tahun mengandalkan BusinessObjects namun kini melihat SAP mendorong ekosistemnya ke arah cloud lewat SAP BTP dan SAP Analytics Cloud. Kabar baiknya, BusinessObjects belum masuk kategori usang. SAP sendiri masih mendukung rilis terbarunya, SAP BusinessObjects BI 2025, dengan jadwal dukungan resmi hingga akhir 2029 dan opsi perpanjangan hingga 2031, sehingga perusahaan yang masih menggunakannya tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan migrasi.
Namun demikian, konteks penggunaannya sudah mulai bergeser. Bagi perusahaan yang sudah bermigrasi ke S/4HANA dan mulai membangun arsitektur data di atas SAP BTP, BusinessObjects tetap bisa berjalan berdampingan sebagai lapisan pelaporan on-premise atau di-hosting di cloud lewat opsi seperti Private Cloud Edition, tanpa harus langsung digantikan sepenuhnya. Di sinilah letak fleksibilitasnya, BusinessObjects tidak memaksa perusahaan memilih satu jalur secara ekstrem, melainkan bisa menjadi bagian dari strategi transisi bertahap menuju ekosistem SAP yang lebih modern.
Meski begitu, ada beberapa sinyal yang bisa jadi pertimbangan untuk mulai mengevaluasi migrasi. Jika kebutuhan pelaporan sudah bergeser ke arah analitik prediktif dan kolaborasi real-time lintas tim yang lebih native di cloud, atau jika infrastruktur on-premise yang menopang BusinessObjects sudah mulai membebani biaya pemeliharaan, maka mengevaluasi opsi seperti SAP Analytics Cloud atau migrasi ke Private Cloud Edition patut dipertimbangkan.
Sebaliknya, jika kebutuhan utama masih seputar laporan terstruktur dan analisis ad-hoc yang sudah berjalan baik dengan BusinessObjects, mempertahankan sistem yang ada sambil merencanakan roadmap modernisasi jangka panjang tetap jadi pilihan yang masuk akal.
Baca Juga: Software Business Technology Platform untuk Fondasi Integrasi dan Inovasi Bisnis
SAP BusinessObjects vs SAP Analytics Cloud
Meski sama-sama berada dalam ekosistem SAP, BusinessObjects dan SAP Analytics Cloud (SAC) dibangun untuk filosofi penggunaan yang cukup berbeda, sehingga memahami perbedaannya penting sebelum memutuskan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut perbandingannya:
| Aspek | SAP BusinessObjects | SAP Analytics Cloud |
|---|---|---|
| Arsitektur | On-premise BI tradisional (tersedia juga opsi Private Cloud Edition) | Native cloud sejak awal dibangun |
| Fokus utama | Pelaporan terstruktur dan analisis ad-hoc dengan presisi format | Planning, prediksi berbasis machine learning, dan kolaborasi real-time |
| Kekuatan format laporan | Unggul lewat Crystal Reports untuk laporan siap cetak (invoice, slip gaji, laporan regulasi) | Lebih fokus pada dashboard interaktif dibanding laporan terformat presisi |
| Integrasi sumber data | Fleksibel lewat Universe, mendukung sumber SAP dan non-SAP | Terhubung mulus dengan SAP BTP dan SAP Business Data Cloud |
| Kematangan platform | Teruji puluhan tahun di berbagai industri | Relatif lebih baru, terus berkembang mengikuti roadmap cloud SAP |
| Paling cocok untuk | Perusahaan dengan kebutuhan pelaporan legacy yang kompleks dan formatnya harus konsisten | Perusahaan yang sedang membangun arsitektur data modern di atas S/4HANA |
Dalam praktiknya, kedua platform ini tidak selalu saling menggantikan. Banyak perusahaan menjalankan keduanya secara berdampingan, BusinessObjects tetap menangani pelaporan terstruktur dan kebutuhan legacy, sementara SAC mengambil peran untuk analitik prediktif dan perencanaan yang lebih dinamis. Pilihan untuk beralih sepenuhnya ke SAC, mempertahankan BusinessObjects, atau menjalankan keduanya sekaligus, pada akhirnya kembali pada kompleksitas kebutuhan pelaporan dan arah roadmap modernisasi masing-masing perusahaan.
Baca juga: Panduan Lengkap SAP Analytics Cloud dari Fitur, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Siapa yang Cocok Menggunakan SAP BusinessObjects?
Tidak semua organisasi mendapatkan manfaat yang sama dari SAP BusinessObjects, mengingat platform ini dirancang untuk menangani skala data dan kompleksitas pelaporan tertentu. Sebelum memutuskan untuk mengadopsinya, ada baiknya perusahaan mengenali karakteristik operasional dan kebutuhan pelaporan mereka sendiri, sehingga investasi pada platform BI ini benar-benar sejalan dengan tantangan bisnis yang dihadapi.
- Perusahaan skala menengah-besar dengan kebutuhan pelaporan kompleks
Terutama yang beroperasi lintas divisi atau cabang dan membutuhkan konsolidasi laporan secara rutin dengan volume data besar. - Perusahaan di sektor manufaktur, distribusi, perbankan, dan jasa keuangan
Sektor-sektor ini umumnya membutuhkan laporan terstruktur, presisi format (seperti laporan regulasi atau keuangan), serta kemampuan menghubungkan berbagai sumber data dalam satu platform terpusat. - Perusahaan yang sudah menjalankan sistem SAP
Baik SAP ECC maupun S/4HANA. Integrasinya yang matang dengan ekosistem SAP membuat proses penarikan data jadi lebih mulus dibanding harus membangun konektor terpisah ke platform BI pihak ketiga. - Perusahaan dengan tim IT yang memadai untuk mengelola konfigurasi
Terutama untuk perancangan Universe dan administrasi platform yang membutuhkan pemahaman teknis tersendiri.
Sebaliknya, BusinessObjects kurang ideal bagi perusahaan skala kecil dengan kebutuhan pelaporan sederhana atau tim yang minim sumber daya IT, karena kompleksitas dan struktur biayanya lebih sesuai untuk organisasi dengan skala operasi yang cukup besar.
Manfaat bagi Perusahaan
Bagi perusahaan yang mengimplementasikan SAP BusinessObjects dengan tepat, manfaatnya terasa tidak hanya pada kecepatan pelaporan, tapi juga pada kualitas pengambilan keputusan secara keseluruhan. Berikut manfaat utamanya:
- Efisiensi waktu
Proses pelaporan yang tadinya memakan waktu berhari-hari karena harus menarik dan menggabungkan data manual dari berbagai sumber, bisa dipangkas jadi hitungan jam berkat integrasi data yang sudah terpusat lewat Universe. - Konsistensi dan akurasi data
Karena semua laporan ditarik dari sumber data yang sama lewat definisi metadata yang terstandardisasi, risiko perbedaan angka antar tim akibat versi spreadsheet yang berbeda-beda bisa diminimalkan. - Fleksibilitas akses
Tim finance, sales, atau operasional bisa membuat laporan sesuai kebutuhan masing-masing tanpa harus menunggu antrean permintaan ke tim IT, sementara administrator tetap punya kendali penuh lewat Central Management Console. - Pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data
Manajemen tidak perlu lagi menunggu laporan konsolidasi selesai disusun manual untuk mengetahui kondisi bisnis terkini, karena data sudah tersedia dalam bentuk dashboard atau laporan yang siap diakses kapan saja.
Baca juga: Panduan Lengkap Memahami SAP IBP, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Contoh Implementasi SAP BusinessObjects
Gambaran nyata soal bagaimana perusahaan memanfaatkan SAP BusinessObjects sekaligus mengelola transisinya di era cloud bisa dilihat dari kasus sebuah institusi perbankan global. Perusahaan ini sudah mengandalkan BusinessObjects sebagai platform enterprise reporting on-premise sejak 2008, digunakan secara konsisten selama bertahun-tahun untuk mendukung kebutuhan pelaporan lintas divisi.
Seiring munculnya strategi korporat untuk memindahkan aplikasi enterprise ke cloud pada 2018, perusahaan ini tidak serta-merta meninggalkan BusinessObjects. Alih-alih migrasi ke platform lain, mereka memilih memindahkan seluruh estate BusinessObjects yang sudah berjalan ke SAP BusinessObjects Private Cloud Edition (PCE) yang berjalan di atas Microsoft Azure, dengan pendampingan dari mitra implementasi berpengalaman.

Hasilnya, perusahaan ini tetap bisa mempertahankan investasi dan kestabilan sistem pelaporan yang sudah terbukti selama bertahun-tahun, sembari mendapatkan keuntungan dari infrastruktur cloud, seperti berkurangnya beban pengelolaan infrastruktur in-house dan tim internal yang bisa lebih fokus mengembangkan nilai bisnis dibanding mengurus pemeliharaan teknis yang kompleks.
Kasus ini menggambarkan dengan jelas bahwa migrasi BusinessObjects tidak harus berarti mengganti platform sepenuhnya, melainkan bisa berupa modernisasi infrastruktur sambil tetap mempertahankan kapabilitas pelaporan yang sudah berjalan baik, sesuai dengan pembahasan relevansi BusinessObjects di era SAP BTP pada section sebelumnya.
Berapa Estimasi Harga SAP BusinessObjects?
Pertanyaan seputar harga hampir selalu muncul begitu perusahaan mulai mempertimbangkan SAP BusinessObjects sebagai platform BI mereka. Sama seperti modul SAP lainnya, SAP tidak mempublikasikan daftar harga resmi untuk BusinessObjects di halaman produknya, karena skema penetapan harganya sangat bergantung pada kombinasi metrik lisensi dan kebutuhan masing-masing pelanggan.
Berbeda dari model harga berlangganan bulanan, SAP BusinessObjects umumnya menggunakan skema lisensi perpetual yang dikombinasikan dengan dua metrik utama: Named User (lisensi per pengguna terdaftar) dan Concurrent Session (lisensi berdasarkan jumlah sesi aktif bersamaan). Setelah pembelian awal, biaya utama yang berjalan setiap tahun adalah biaya maintenance. Beberapa faktor utama yang memengaruhi besaran biaya implementasi SAP BusinessObjects:
- Jumlah pengguna berlisensi (named user atau concurrent user)
Semakin banyak pengguna yang butuh akses, semakin tinggi biaya lisensi yang harus dikeluarkan. - Model deployment
Implementasi on-premise umumnya membutuhkan investasi infrastruktur tambahan, sementara opsi cloud seperti Private Cloud Edition punya struktur biaya berlangganan yang berbeda. - Peran pengguna (role-based licensing)
SAP membedakan biaya antara pengguna dengan peran konsumsi laporan (“view and explore”) dan peran penyusunan laporan/analisis (“design and analyze”), di mana peran kedua umumnya berbiaya lebih tinggi. - Biaya maintenance tahunan
Di luar biaya lisensi awal, perusahaan umumnya dikenakan biaya maintenance tahunan untuk mendapatkan dukungan teknis dan update rutin. - Kompleksitas implementasi
Perancangan Universe yang rumit, jumlah sumber data yang perlu diintegrasikan, serta kebutuhan kustomisasi laporan turut memengaruhi total biaya proyek.
| Skenario | Model Lisensi | Estimasi Biaya Lisensi Tahunan* | Estimasi Biaya Implementasi Tahun Pertama** |
|---|---|---|---|
| Perusahaan kecil-menengah | Cloud, kombinasi Concurrent Session | Sekitar USD 1.500–15.000 | USD 10.000–50.000 |
| Menengah-atas | On-premise, mayoritas Named User | Sekitar USD 15.000–60.000 | Sekitar USD 50.000–100.000 |
| Perusahaan besar | On-premise, kombinasi Named User & Concurrent Session | Sekitar USD 60.000–150.000 | Bervariasi, umumnya 1–3 kali biaya lisensi tahunan |
| Enterprise skala global | RISE with SAP, dihitung berbasis Full User Equivalent (FUE) | Bisa mencapai USD 300.000 ke atas | Negosiasi langsung dengan SAP |
*Estimasi lisensi tahunan belum termasuk add-on, modul tambahan, atau biaya infrastruktur. **Estimasi implementasi mencakup konfigurasi, migrasi data, dan pelatihan tim.
Catatan penting, seluruh angka simulasi di atas merujuk pada riset dan analisis pihak ketiga, bukan daftar harga resmi dari SAP. Biaya aktual dapat berbeda signifikan tergantung jumlah dan kombinasi metrik lisensi yang diambil, modul tambahan yang diaktifkan, kompleksitas integrasi dengan sistem SAP maupun non-SAP, serta hasil negosiasi saat perusahaan mengajukan penawaran ke SAP atau partner resmi.
Selain biaya lisensi, perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya implementasi yang mencakup konfigurasi Universe, migrasi laporan dari sistem lama, pelatihan tim pengguna, hingga pendampingan pasca go-live. Besarannya bisa bervariasi cukup jauh, mulai dari implementasi skala kecil hingga proyek enterprise dengan integrasi lintas modul yang kompleks. Selain itu, banyak perusahaan yang sudah lama menggunakan BusinessObjects juga perlu waspada terhadap shelfware, yaitu lisensi yang sudah dibeli namun tidak lagi aktif digunakan, karena tetap dikenakan biaya maintenance tahunan.
Untuk melihat gambaran nyata bagaimana perusahaan lain memanfaatkan SAP BusinessObjects dalam skala operasional mereka, Anda juga bisa menelusuri kumpulan studi kasus pelanggan SAP, yang mencakup berbagai industri. Namun demikian, untuk mendapatkan penawaran harga yang akurat dan sesuai kebutuhan spesifik perusahaan Anda, langkah paling tepat tetaplah berkonsultasi langsung dengan tim SAP atau partner implementasi resmi.

Implementasi SAP BusinessObjects yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
SAP BusinessObjects tetap menjadi platform yang relevan bagi perusahaan menengah-besar yang membutuhkan reporting dan analisis data yang matang, terbukti, dan mampu menyatukan berbagai sumber data dalam satu ekosistem. Namun seperti yang sudah dibahas, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada pemilihan partner yang tepat, baik untuk memastikan perancangan Universe yang sesuai kebutuhan bisnis, konfigurasi yang efisien, hingga strategi jangka panjang apakah akan mempertahankan BusinessObjects, migrasi ke cloud, atau menjalankannya berdampingan dengan SAP Analytics Cloud.
Sebagai authorized SAP partner di Indonesia, Think Tank Solusindo mendampingi perusahaan dalam setiap tahap tersebut, mulai dari konsultasi kebutuhan pelaporan, pemilihan modul dan komponen BusinessObjects yang tepat, hingga dukungan pasca-implementasi yang berkelanjutan agar investasi platform ini benar-benar memberikan nilai bagi bisnis.
Bagi perusahaan yang sudah atau sedang mempertimbangkan migrasi ke SAP S/4HANA, BusinessObjects juga bisa menjadi bagian dari strategi modernisasi yang lebih besar, baik lewat pendekatan GROW with SAP maupun RISE with SAP, tergantung kebutuhan dan skala transformasi digital perusahaan Anda.
Tertarik mendiskusikan kebutuhan reporting dan analisis data perusahaan Anda lebih lanjut? Hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.
