Mengenal SAP Integration Suite dari Fungsi, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Perusahaan
SAP Integration Suite kian sering muncul dalam diskusi tim IT dan business process owner yang berhadapan dengan kompleksitas integrasi antar sistem, baik SAP maupun non-SAP. Semakin heterogennya lanskap teknologi perusahaan, mulai dari SAP S/4HANA, aplikasi legacy, hingga berbagai layanan cloud pihak ketiga, membuat kebutuhan akan satu platform yang bisa menjembatani semuanya secara mulus menjadi semakin nyata. Di titik inilah nama SAP Integration Suite kerap disebut sebagai salah satu jawabannya.
- Apa Itu SAP Integration Suite?
- Mengapa SAP Integration Suite Dibutuhkan Perusahaan?
- Bagaimana Cara Kerja SAP Integration Suite?
- Arsitektur dan Komponen SAP Integration Suite
- Apa Itu Integration Flow (iFlow) di SAP Integration Suite?
- SAP Integration Suite vs SAP CPI
- SAP Integration Suite dan SAP S/4HANA
- Manfaat SAP Integration Suite untuk Bisnis
- Implementasi SAP Integration Suite yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
Apa Itu SAP Integration Suite?
SAP Integration Suite adalah platform Integration Platform as a Service (iPaaS) yang menjadi bagian dari SAP Business Technology Platform (BTP), dirancang untuk menghubungkan aplikasi, data, API, event, dan proses bisnis (baik di lingkungan SAP maupun non-SAP) dalam satu ekosistem yang terpadu.
Berbeda dengan pendekatan integrasi point-to-point yang mengharuskan setiap sistem dihubungkan secara terpisah satu sama lain, SAP Integration Suite berperan sebagai lapisan integrasi terpusat. Sebagai lapisan integrasi dari SAP Business Technology Platform, platform ini menyederhanakan proses integrasi dan menyelaraskan berbagai proses bisnis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengelola seluruh alur integrasi (mulai dari sistem ERP seperti SAP S/4HANA, aplikasi legacy, hingga layanan cloud pihak ketiga) dari satu platform yang sama.
Setelah implementasi S/4HANA sekalipun, perusahaan besar pada umumnya masih memiliki 50–200 aplikasi lain yang perlu bertukar data dengan S/4HANA, mulai dari sistem CRM, e-commerce, manufacturing execution system, HR, hingga berbagai platform SaaS. Situasi inilah yang mendasari kebutuhan akan platform integrasi yang mampu menangani kompleksitas tersebut secara terstruktur.
Dengan pendekatan low-code/pro-code yang fleksibel, SAP Integration Suite dapat digunakan oleh tim dengan latar belakang teknis yang beragam, mulai dari integration developer berpengalaman hingga business user yang membutuhkan integrasi sederhana tanpa harus menulis banyak kode.
Baca juga: Panduan Lengkap SAP Ariba untuk Solusi Procurement Digital untuk Perusahaan Modern
Mengapa SAP Integration Suite Dibutuhkan Perusahaan?
Kebutuhan akan SAP Integration Suite umumnya muncul seiring semakin kompleksnya lanskap sistem yang dimiliki perusahaan. Migrasi ke SAP S/4HANA, adopsi berbagai aplikasi SaaS, hingga kebutuhan untuk terhubung dengan mitra bisnis eksternal membuat jumlah sistem yang harus saling bertukar data terus bertambah dari waktu ke waktu.
Tanpa platform integrasi yang terpusat, perusahaan biasanya menghadapi beberapa tantangan berikut:
- Integrasi point-to-point yang sulit dipelihara
Setiap kali ada sistem baru yang perlu terhubung, tim IT harus membangun koneksi khusus secara terpisah. Semakin banyak sistem yang ditambahkan, semakin rumit pula jaringan integrasi yang harus dipelihara, dan risiko terjadinya gangguan pun ikut meningkat. - Data yang tidak sinkron antar departemen
Ketika sistem finance, sales, dan operasional berjalan sendiri-sendiri tanpa integrasi yang baik, laporan yang dihasilkan pun berpotensi tidak konsisten. Pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena data yang dibutuhkan tidak tersedia secara real-time. - Beban IT yang terus bertambah
Mengelola integrasi custom satu per satu menghabiskan waktu dan sumber daya tim IT yang seharusnya bisa dialokasikan untuk inisiatif yang lebih strategis, termasuk adopsi AI dan otomatisasi proses. - Tantangan governance dan keamanan
Tanpa kontrol terpusat, sulit untuk memastikan setiap integrasi mengikuti standar keamanan dan kebijakan akses yang konsisten di seluruh organisasi. - Keterbatasan dalam mendukung inisiatif AI
Teknologi seperti AI, robotic process automation (RPA), dan advanced analytics memerlukan aliran data yang lancar antar sistem. Ketika data masih tersekat di berbagai silo, potensi teknologi-teknologi ini pun sulit dimanfaatkan secara maksimal.
SAP Integration Suite hadir untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan menyediakan satu platform yang dapat menyatukan seluruh alur integrasi (baik dengan sistem SAP maupun non-SAP) sekaligus menghadirkan governance terpusat, real-time monitoring, dan role-based access control yang berlaku konsisten di seluruh integrasi, API, event, dan koneksi partner.
Bagi perusahaan yang berada dalam masa transisi ke S/4HANA atau tengah memperluas ekosistem aplikasi cloud-nya, kebutuhan akan platform seperti ini biasanya menjadi semakin terasa mendesak.
Baca juga: SAP SuccessFactors: Pengertian, Fitur, Fungsi, dan Estimasi Biayanya
Bagaimana Cara Kerja SAP Integration Suite?
Secara sederhana, SAP Integration Suite bekerja sebagai penghubung antara sistem pengirim (sender) dan sistem penerima (receiver), dengan menangani proses penerimaan, transformasi, hingga pengiriman data di antara keduanya. Berikut gambaran alur kerjanya secara umum.

- Koneksi ke sistem sumber dan tujuan
Setiap integrasi dimulai dengan menghubungkan sistem-sistem yang terlibat menggunakan adapter. Sender adapter berfungsi menerima pesan yang dikirim dari sistem eksternal, sementara receiver adapter menghubungkan tenant ke sistem eksternal yang menjadi tujuan data. SAP menyediakan berbagai adapter siap pakai untuk mendukung beragam protokol dan jenis koneksi, sehingga tim integrasi tidak perlu membangun konektor dari nol untuk setiap sistem yang berbeda. - Perancangan integration flow (iFlow)
Setelah koneksi tersedia, developer merancang alur integrasi dalam bentuk integration flow atau iFlow. Di sinilah logika integrasi didefinisikan, mulai dari bagaimana data diterima, diproses, hingga dikirimkan ke sistem tujuan. iFlow dirancang menggunakan pendekatan visual berbasis graphical modeling, sehingga proses pembuatannya relatif dapat dipahami tanpa harus menulis kode secara ekstensif. - Transformasi dan mapping data
Karena setiap sistem seringkali menggunakan format data yang berbeda, SAP Integration Suite melakukan proses mapping dan transformasi agar data dari sistem sumber dapat dipahami oleh sistem tujuan. Proses ini dapat dibantu dengan Integration Advisor, yang menyederhanakan pembuatan artefak message-mapping menggunakan pendekatan berbasis AI, sekaligus memanfaatkan pustaka definisi tipe pesan standar industri yang sudah tersedia. - Eksekusi di runtime
Setelah iFlow selesai dirancang dan diaktifkan, proses integrasi berjalan secara otomatis di runtime Cloud Integration. Data mengalir dari sistem sumber, melewati proses transformasi yang telah ditentukan, lalu diteruskan ke sistem tujuan sesuai skenario yang dirancang. - Monitoring dan governance
Selama proses berjalan, tim IT dapat memantau status setiap integrasi secara real-time, termasuk melacak pesan yang gagal terkirim atau mengalami error. Governance terpusat serta role-based access control turut memastikan setiap integrasi berjalan sesuai kebijakan keamanan dan akses yang telah ditetapkan organisasi. - Pengelolaan API dan koneksi eksternal
Untuk skenario yang melibatkan pertukaran data melalui API, SAP Integration Suite juga menyediakan kapabilitas API Management yang memungkinkan API dipublikasikan, diamankan, dan dikelola melalui katalog terpusat, lengkap dengan lebih dari 40 kebijakan bawaan untuk mengatur traffic dan keamanan.
Melalui rangkaian proses tersebut, SAP Integration Suite memungkinkan perusahaan menjalankan integrasi yang konsisten dan terkontrol, tanpa harus bergantung pada koneksi point-to-point yang terpisah-pisah untuk setiap pasang sistem.
Baca juga: Mengenal SAP GUI, Cara Install, dan Panduan Penggunaannya
Arsitektur dan Komponen SAP Integration Suite
Sebagai platform integrasi yang bersifat modular, SAP Integration Suite terdiri dari beberapa komponen utama yang dapat digunakan secara terpisah maupun terintegrasi satu sama lain, tergantung kebutuhan skenario integrasi perusahaan.
Cloud Integration (CPI)
Mesin integrasi inti berbasis Apache Camel untuk merancang, menjalankan, dan memantau alur integrasi antar sistem cloud maupun on-premise.
- Integration Flow Designer berbasis kanvas visual
- Ratusan adapter siap pakai (SOAP, REST, IDoc, OData, JMS, dll)
- Content Package dari SAP API Business Hub
- Monitoring pesan dan log secara real-time
API Management
Mengelola siklus hidup penuh API — dari desain, publikasi, keamanan, hingga monetisasi — melalui satu API Portal terpusat.
- API Proxy, policy, dan rate limiting
- Developer Portal untuk eksplorasi dan uji coba API
- Keamanan API (OAuth, API key, spike arrest)
- Analitik penggunaan dan performa API
Integration Advisor
Membantu mempercepat pemetaan pesan B2B/B2G dengan mesin machine learning yang belajar dari mapping yang sudah pernah dibuat komunitas.
- Type System untuk standar pesan (EDIFACT, X12, dll)
- Rekomendasi mapping otomatis berbasis ML
- Kolaborasi mapping lintas tim/perusahaan
- Ekspor mapping langsung ke Cloud Integration
Open Connectors
Menghubungkan SAP dengan ratusan aplikasi non-SAP dan layanan pihak ketiga (SaaS, database, media sosial) melalui konektor pre-built.
- 150+ konektor siap pakai ke aplikasi populer
- API terpadu (unified API) untuk kategori layanan sejenis
- Virtual Data Model untuk normalisasi data
- Formula builder untuk transformasi tanpa kode
Event Mesh
Backbone pesan berbasis event untuk mendukung arsitektur event-driven, memungkinkan sistem saling bertukar event secara asinkron dan real-time.
- Publish-subscribe messaging antar aplikasi SAP & non-SAP
- Topik dan antrean (queue) yang terkelola penuh
- Event routing lintas region dan lintas cloud
- Integrasi dengan SAP S/4HANA event enablement
Trading Partner Management
Mengelola relasi dan konfigurasi pertukaran dokumen B2B/EDI dengan mitra dagang (trading partner) secara terpusat dan terstandarisasi.
- Direktori dan profil mitra dagang terpusat
- Konfigurasi perjanjian pertukaran dokumen (agreement)
- Dukungan standar EDI (EDIFACT, ANSI X12, dll)
- Onboarding mitra baru yang lebih cepat
Integration Assessment
Menilai lanskap integrasi eksisting dan memberikan rekomendasi arsitektur/pendekatan integrasi yang paling sesuai sebelum implementasi.
- Analisis skenario integrasi berbasis kuesioner terpandu
- Rekomendasi pola integrasi (pattern) yang sesuai
- Estimasi kompleksitas dan effort implementasi
- Panduan pemilihan teknologi integrasi SAP yang tepat
Integration Suite Monitoring & Cockpit
Dashboard terpusat untuk memantau kesehatan, performa, dan konsumsi resource seluruh komponen Integration Suite dalam satu tampilan.
- Monitoring pesan, error, dan latensi integration flow
- Manajemen kapasitas dan tenant (multi-tenant)
- Alerting proaktif untuk kegagalan integrasi
- Laporan konsumsi lisensi/Integration Flow (IFlow)
Secara arsitektur, seluruh komponen ini berjalan di atas SAP Business Technology Platform (BTP), sehingga dapat saling terhubung dan dikelola dari satu tempat, termasuk dari sisi governance, monitoring, dan kontrol akses berbasis peran (role-based access control) yang berlaku konsisten di seluruh landscape integrasi perusahaan.
Baca juga: Pengertian SAP Sales and Distribution (SD), Fungsi, dan Cara Kerjanya
Apa Itu Integration Flow (iFlow) di SAP Integration Suite?
Integration Flow, atau yang lebih sering disebut iFlow, merupakan unit dasar dalam SAP Integration Suite yang mendefinisikan bagaimana sebuah proses integrasi berjalan, mulai dari cara data diterima, diproses, ditransformasi, hingga akhirnya dikirimkan ke sistem tujuan.
Secara sederhana, iFlow dapat dianggap sebagai “peta alur” yang menggambarkan setiap langkah dalam sebuah skenario integrasi secara visual. Setiap iFlow dirancang menggunakan graphical modeling di dalam Cloud Integration, sehingga developer dapat menyusun logika integrasi dengan cara menyusun elemen-elemen (steps) secara drag-and-drop, tanpa harus menulis kode dari nol.
Elemen-elemen umum dalam sebuah iFlow
- Sender dan Receiver menentukan sistem mana yang mengirim dan menerima data, dilengkapi dengan adapter yang sesuai dengan protokol masing-masing sistem (misalnya SOAP, REST, OData, SFTP, dan lainnya)
- Message Mapping adalah langkah untuk mentransformasikan format data dari sistem sumber agar sesuai dengan format yang dibutuhkan sistem tujuan
- Routing adalah logika percabangan yang menentukan ke mana data akan diteruskan berdasarkan kondisi tertentu
- Content Modifier digunakan untuk memodifikasi header, properti, atau isi pesan selama proses berlangsung
- Exception Handling adalah mekanisme untuk menangani error atau kegagalan yang terjadi selama proses integrasi berjalan, misalnya dengan mengarahkan pesan yang gagal ke alur penanganan khusus
Baca juga: Panduan Lengkap SAP BW/4HANA untuk Solusi Data Warehousing Berbasis SAP HANA
SAP Integration Suite vs SAP CPI
Banyak yang masih bertanya-tanya, apakah SAP Integration Suite dan SAP CPI (Cloud Platform Integration/Cloud Integration) itu sama, ataukah dua produk yang berbeda? Jawaban singkatnya: SAP CPI sebenarnya adalah salah satu komponen di dalam SAP Integration Suite, bukan produk yang terpisah sepenuhnya.
Dahulu, SAP CPI (SAP Cloud Platform Integration) dikenal sebagai produk integrasi cloud milik SAP yang berdiri sendiri. Seiring perkembangan portofolio SAP, CPI kemudian di-rebranding dan diposisikan sebagai komponen Cloud Integration di dalam payung yang lebih besar bernama SAP Integration Suite, yang juga mencakup komponen lain seperti API Management, Integration Advisor, Open Connectors, dan sebagainya.
Dengan kata lain, jika sebelumnya perusahaan hanya berlangganan CPI untuk kebutuhan integration flow, saat ini kapabilitas tersebut sudah menjadi bagian dari ekosistem SAP Integration Suite yang lebih lengkap.
| Aspek | SAP Integration Suite | SAP CPI |
|---|---|---|
| Posisi produk | Platform payung (iPaaS) yang mencakup CPI dan komponen lainnya | Komponen/sub-bagian di dalam Integration Suite |
| Fokus utama | Integrasi menyeluruh: iFlow, API, event, B2B, hingga governance | Perancangan, deployment, dan monitoring integration flow (iFlow) |
| Cakupan kapabilitas | Cloud Integration, API Management, Integration Advisor, Open Connectors, B2B/EDI, Event Mesh, Edge Integration Cell, dll. | Hanya integration engine (Cloud Integration) |
| Manajemen API | Tersedia melalui komponen API Management | Tidak tersedia secara native |
| Dukungan B2B/EDI | Tersedia lengkap melalui komponen B2B/EDI Integration | Terbatas |
| Governance & monitoring | Governance terpusat mencakup seluruh integrasi, API, dan koneksi partner | Terbatas pada monitoring level iFlow |
| Skenario penggunaan ideal | Kebutuhan integrasi enterprise skala besar (API, event, B2B, hybrid landscape) | Kebutuhan integrasi sederhana yang berfokus pada pertukaran data antar sistem |
| Status saat ini | Merupakan nama produk resmi yang digunakan SAP saat ini | Nama “CPI” sudah jarang digunakan secara resmi |
Dengan demikian, bagi perusahaan yang sebelumnya sudah menggunakan SAP CPI, kapabilitas tersebut sebenarnya tetap tersedia, hanya saja kini menjadi bagian dari cakupan yang jauh lebih luas di dalam SAP Integration Suite. Perusahaan yang ingin memperluas integrasinya lebih dari sekadar pertukaran data (misalnya untuk API management atau B2B integration) dapat memanfaatkan komponen tambahan yang tersedia dalam satu platform yang sama, tanpa perlu berpindah ke produk lain.
Baca juga: Panduan Lengkap SAP Analytics Cloud dari Fitur, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Perusahaan
SAP Integration Suite dan SAP S/4HANA
Hubungan antara SAP Integration Suite dan SAP S/4HANA sering menjadi salah satu poin utama dalam strategi transformasi digital perusahaan, terutama bagi organisasi yang tengah bermigrasi dari sistem SAP ECC ke S/4HANA.
Melanjutkan proses bisnis yang sebelumnya berjalan di PI/PO
Sebelumnya, banyak perusahaan mengandalkan SAP Process Integration/Process Orchestration (PI/PO) (dahulu dikenal sebagai SAP Exchange Infrastructure) sebagai middleware untuk menjembatani proses integrasi dengan sistem SAP ECC maupun S/4HANA. Namun, PI/PO merupakan solusi berbasis SAP NetWeaver yang saat ini mendekati akhir masa dukungan standar pada 2027, dengan opsi perpanjangan maintenance hingga 2030. Kondisi ini mendorong ribuan organisasi (diperkirakan sekitar 10.000 perusahaan yang masih menjalankan PI/PO) untuk mulai merencanakan migrasi ke platform integrasi yang lebih modern.
SAP Integration Suite hadir sebagai penerus alami dari PI/PO, dengan menyediakan kesetaraan fitur (feature parity) sekaligus kapabilitas tambahan yang jauh lebih luas dibandingkan solusi lama tersebut. Bagi perusahaan yang sebelumnya menggunakan ABAP Proxy untuk berkomunikasi dengan PI/PO, proxy tersebut umumnya tetap dapat digunakan pasca migrasi, hanya saja titik koneksinya beralih dari PI/PO ke SAP Integration Suite.
Momentum migrasi bersamaan dengan transformasi S/4HANA
Karena migrasi ke S/4HANA pada dasarnya juga merupakan momen modernisasi menyeluruh, banyak perusahaan memilih untuk menjalankan migrasi integrasi (dari PI/PO ke Integration Suite) secara bersamaan dengan proyek transformasi S/4HANA mereka. Pendekatan ini dinilai dapat menyelaraskan timeline proyek dan mengurangi duplikasi upaya, dibandingkan menjalankan kedua migrasi secara terpisah di waktu yang berbeda. Meski demikian, ada pula perusahaan yang memilih menstabilkan lebih dulu landscape integrasinya sebelum masuk ke fase transformasi S/4HANA, tergantung kondisi dan kesiapan organisasi masing-masing.
Peran SAP Integration Suite dalam ekosistem S/4HANA
Dalam praktiknya, SAP Integration Suite berperan sebagai jembatan antara S/4HANA dengan puluhan hingga ratusan aplikasi lain yang dimiliki perusahaan, baik sistem SAP lainnya, aplikasi legacy, maupun layanan SaaS pihak ketiga. Beberapa peran kunci yang biasa dijalankan antara lain:
- Menghubungkan S/4HANA dengan sistem non-SAP, seperti CRM, e-commerce, manufacturing execution system, hingga platform HR
- Mendukung skenario hybrid landscape, di mana sebagian sistem masih berjalan on-premise sementara S/4HANA maupun sistem lainnya sudah berada di cloud
- Menjadi bagian dari inisiatif Clean Core, dengan menjaga agar logika integrasi kompleks tidak perlu dibangun langsung di dalam sistem S/4HANA, sehingga inti sistem ERP tetap “bersih” dan lebih mudah di-upgrade di masa depan
- Selaras dengan strategi SAP Business Technology Platform (BTP) secara keseluruhan, karena SAP Integration Suite maupun S/4HANA sama-sama berada dalam payung ekosistem BTP
Baca juga: Panduan Lengkap Sistem Manajemen Gudang Berbasis SAP EWM
Manfaat SAP Integration Suite untuk Bisnis
Setelah memahami cara kerja dan posisinya dalam ekosistem SAP, penting juga untuk melihat manfaat konkret yang bisa diperoleh perusahaan dari implementasi SAP Integration Suite. Berikut beberapa manfaat utamanya.
- Mempercepat proses integrasi dan pengembangan
Dengan pendekatan low-code berbasis iFlow serta ketersediaan konten integrasi siap pakai untuk lebih dari 2.000 aplikasi dalam Integration Content Catalogue, tim IT dapat membangun skenario integrasi jauh lebih cepat dibandingkan harus mengembangkan koneksi dari nol untuk setiap sistem. - Meningkatkan visibilitas dan konsistensi data
Dengan seluruh alur integrasi berjalan melalui satu platform terpusat, data antar departemen (mulai dari finance, sales, hingga operasional) dapat mengalir secara real-time dan lebih konsisten, sehingga pengambilan keputusan berbasis data dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. - Menyederhanakan pengelolaan landscape yang kompleks
Alih-alih mengelola puluhan hingga ratusan integrasi point-to-point secara terpisah, perusahaan dapat mengelola seluruh skenario integrasi (baik SAP maupun non-SAP) dari satu platform yang sama, lengkap dengan monitoring dan governance terpusat. - Mendukung fleksibilitas arsitektur hybrid dan multicloud
Melalui komponen seperti Edge Integration Cell, perusahaan tetap dapat menjalankan sebagian skenario integrasi di lingkungan privat atau on-premise, sambil tetap terhubung dengan kapabilitas cloud dari SAP Integration Suite. Fleksibilitas ini penting bagi perusahaan yang landscape sistemnya tersebar di berbagai lingkungan cloud dan on-premise sekaligus. - Memperkuat keamanan dan kepatuhan (governance)
Governance terpusat, role-based access control, serta lebih dari 40 kebijakan keamanan bawaan pada API Management membantu perusahaan menjaga konsistensi standar keamanan dan kepatuhan di seluruh integrasi, tanpa harus mengatur kebijakan secara terpisah di setiap sistem. - Menjadi fondasi bagi inisiatif AI dan otomatisasi
Arsitektur berbasis event pada Advanced Event Mesh memungkinkan aliran data real-time yang dibutuhkan oleh kapabilitas AI, robotic process automation (RPA), dan advanced analytics. Tanpa integrasi data yang lancar antar sistem, potensi teknologi-teknologi ini sulit dimanfaatkan secara maksimal. - Mengurangi beban dan kompleksitas tim IT
Dengan satu platform terpadu untuk seluruh kebutuhan integrasi, tim IT tidak perlu lagi mengelola berbagai tools integrasi yang terpisah-pisah, sehingga waktu dan sumber daya bisa dialihkan untuk inisiatif yang lebih strategis. - Memberikan nilai investasi yang terukur
Berdasarkan studi yang dilakukan IDC atas komisi SAP, organisasi yang menggunakan SAP Integration Suite mencatatkan return on investment (ROI) sebesar 368% dalam tiga tahun, dengan periode payback selama 8 bulan, menjadikannya salah satu indikator konkret dari dampak bisnis yang dihasilkan platform ini. - Mendukung skalabilitas jangka panjang
Sebagai solusi cloud-based, SAP Integration Suite dapat menyesuaikan kapasitasnya seiring pertumbuhan kebutuhan integrasi perusahaan, tanpa harus berinvestasi pada infrastruktur tambahan seperti pada solusi middleware on-premise tradisional.
Secara keseluruhan, manfaat-manfaat ini menunjukkan bahwa SAP Integration Suite bukan sekadar alat teknis untuk menghubungkan sistem, melainkan juga menjadi salah satu fondasi strategis yang mendukung kelincahan (agility) dan daya saing perusahaan di tengah lanskap teknologi yang terus berubah.

Implementasi SAP Integration Suite yang Tepat Bersama Think Tank Solusindo
Menerapkan SAP Integration Suite bukan sekadar soal mengaktifkan platform, melainkan juga tentang merancang arsitektur integrasi yang benar-benar sesuai dengan kompleksitas landscape sistem perusahaan. Tantangan seperti migrasi dari PI/PO, perancangan iFlow yang efisien, hingga penyelarasan strategi integrasi dengan proses bisnis lokal akan jauh lebih mudah dikelola bersama konsultan yang memahami kebutuhan tersebut secara menyeluruh.
Think Tank Solusindo, sebagai authorized partner SAP di Indonesia, telah membantu berbagai perusahaan dari berbagai skala dan industri dalam merancang serta menjalankan implementasi SAP Integration Suite yang sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis mereka. Pendampingan yang diberikan mencakup asesmen landscape integrasi, perancangan arsitektur dan iFlow, migrasi dari middleware lama seperti PI/PO, hingga dukungan pasca-implementasi.
Bagi perusahaan yang tengah merencanakan transformasi ke SAP S/4HANA, Think Tank Solusindo juga membantu menyelaraskan strategi integrasi ini dengan pendekatan cloud yang dipilih, baik melalui GROW with SAP bagi perusahaan yang baru pertama kali mengadopsi ERP cloud dengan skema best-practice siap pakai, maupun RISE with SAP bagi perusahaan yang ingin bertransformasi penuh dari sistem lama menuju S/4HANA Cloud secara menyeluruh.
Tertarik mengetahui bagaimana SAP Integration Suite dapat diimplementasikan secara optimal untuk kebutuhan bisnis Anda? Hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.
